Bekasi  

Tim Identifikasi Polda Metro Jaya olah TKP Kematian Pegawai Ayam Geprek di Bekasi

Kabupaten Bekasi -Pada Minggu (29/03/2026) sekira pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya terpantau mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan. Foto: Ist
Pada Minggu (29/03/2026) sekira pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya terpantau mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Teka-teki penemuan jasad pria di dalam freezer sebuah kios ayam geprek di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, mulai menemui titik terang terkait identitas korban.

Pada Minggu (29/03/2026) sekira pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya terpantau mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan.

Polda Metro Jaya Turun Tangan

Pantauan di lokasi, empat personel Tim Identifikasi yang mengenakan sarung tangan biru tampak menyisir area kios dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Metro Bekasi. Langkah ini diambil guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang lebih spesifik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, garis polisi telah terpasang sejak Sabtu malam saat petugas pertama kali mengevakuasi jenazah menggunakan kantong mayat di hadapan kerumunan warga yang geger.

Sosok “Pak Bedul” di Mata Warga

Warga sekitar mulai bersuara mengenai identitas pria malang tersebut. Ali, salah seorang warga setempat, menyebut korban merupakan pegawai di kios ayam geprek tersebut yang akrab disapa Pak Bedul.

Meski identitas lengkapnya belum terdata secara resmi oleh kepolisian, Pak Bedul diperkirakan berusia sekitar 45 tahun. Di lingkungan Perumahan Mega Regency, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat.

“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” ujar Ali, Minggu (29/3/2026).

Terakhir Terlihat Malam Takbiran

Kecurigaan warga mulai muncul setelah korban tidak terlihat selama beberapa hari. Elin, warga lainnya, menuturkan bahwa dirinya terakhir kali melihat Pak Bedul beraktivitas normal di depan kios pada malam takbiran menjelang Idulfitri.

“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” ungkap Elin singkat.

Hingga saat ini, jasad Pak Bedul masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi. Pihak kepolisian pun belum memberikan keterangan resmi terkait apakah ada tanda-tanda kekerasan atau unsur pembunuhan dalam kasus penemuan jasad di dalam mesin pendingin ini.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *