Bekasi  

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Agus Jabo Berencana Sulap Kampus STTD Setu Jadi Sekolah Rakyat

Langkah ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan gratis berkualitas.

Kabupaten Bekasi - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau langsung kesiapan fasilitas di kampus kedinasan milik Kemenhub tersebut pada Senin (6/4/2026).
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau langsung kesiapan fasilitas di kampus kedinasan milik Kemenhub tersebut pada Senin (6/4/2026).

Kabupaten Bekasi – Kampus mentereng Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) di Setu, Kabupaten Bekasi, kini resmi diproyeksikan menjadi markas baru Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau langsung kesiapan fasilitas di kampus kedinasan milik Kemenhub tersebut pada Senin (6/4/2026).

Langkah ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan gratis berkualitas.

Fasilitas Mewah STTD Siap Tampung Ratusan Siswa

Bukan sekadar ruang kelas biasa, fasilitas yang disiapkan di STTD terbilang sangat mumpuni.

Agus Jabo mengecek langsung asrama empat lantai yang mampu menampung sekitar 400 orang, lengkap dengan gedung baru untuk ruang kelas dan ruang makan.

Baca Juga: Bantargebang Bakal Punya Sekolah Rakyat 5 Hektare: Kolaborasi Pemkot Bekasi dan Pusat untuk Siswa Kurang Mampu

“Fasilitas di PTDI-STTD ini sangat memadai. Secara fisik sudah siap, tinggal kita pastikan detail teknis seperti air, listrik, dan penataan ruang,” ujar Agus Jabo, Selasa (7/4/2026) dalam siaran persnya.

Tiga komponen utama yang menjadi harga mati sebelum pembukaan pada April 2026 ini adalah ruang kelas yang representatif, asrama yang layak huni hingga dapur dan Ruang Makan yang higienis.

Misi Suci: Memutus Transmisi Kemiskinan

Agus Jabo mengungkapkan fakta pilu yang menjadi motor penggerak program ini. Berdasarkan data nasional, lebih dari 64 persen anak dari keluarga miskin berisiko tetap terjebak dalam kemiskinan jika negara tidak melakukan intervensi.

“Kami menemukan anak-anak yang tidak mau pulang ke rumah karena tidak ada makanan. Bahkan ada orang tua yang sampai bersujud memohon agar anaknya bisa masuk Sekolah Rakyat. Program ini adalah jawaban untuk mereka,” tegasnya emosional.

Sekolah Rakyat dirancang agar anak-anak jalanan atau mereka yang putus sekolah karena biaya tidak lagi punya alasan untuk tidak belajar. Targetnya, pada Juli 2026, kapasitas siswa di titik-titik rintisan Jabodetabek bisa menembus angka 1.000 siswa.

Sinergi Kemensos – Kemenhub: 22 Kampus Siap Buka Pintu

Gayung bersambut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto, menegaskan komitmennya mendukung penuh Sekolah Rakyat.

Tak hanya STTD, Kemenhub memiliki 22 sekolah kedinasan di seluruh Indonesia dengan fasilitas serupa yang siap dimanfaatkan.

“Kami siap berkontribusi sukseskan Sekolah Rakyat sesuai arahan Bapak Presiden. Fasilitas taruna, asrama, hingga ruang kelas kami buka untuk program ini,” ungkap Suharto.

Hadir pula dalam peninjauan tersebut jajaran petinggi PTDI-STTD, termasuk Direktur Avi Mukti Amin, yang memastikan operasional sekolah rakyat tidak akan mengganggu ritme pendidikan taruna transportasi darat, namun justru menciptakan sinergi sosial yang positif.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *