Bekasi  

Pemkot Upayakan Pencairan Insentif Nakes

Tenaga kesehatan di RSUD Kota Bekasi berjibaku melayani para pasien. Foto: Gobekasi.id
Tenaga kesehatan di RSUD Kota Bekasi berjibaku melayani para pasien. Foto: Gobekasi.id

Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya memenuhi kewajiban membayarkan dana insentif bagi tenaga kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid terhitung sejak awal pandemi Covid-19 hingga sekarang.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah membayarkan dana insentif tenaga kesehatan dalam membantu penanganan pasien Covid-19. Dinas Kesehatan Kota Bekasi pada Periode I Maret – Mei 2021 dengan jumlah Tenaga Kesehatan 1044 orang dengan jumlah insentif sebesar Rp.5.732.480.266.

Dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) yang dibayarkan pada bulan Oktober s.d Desember 2020.

Pada Periode II bulan Juli – Agustus 2020 dengan jumlah Tenaga Kesehatan 1045 orang dengan jumlah insentif sebesar Rp 7.606.022.727, dibayarkan pada bulan Mei 2021.

Namun, untuk Periode III bulan September – Oktober 2020 Total kewajiban pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan belum terbayarkan sebanyak 19 Miliar dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak 3.502 jiwa terdiri dari nakes RSUD kelas D, nakes labkesda, dan puskesmas.

Pemberian insentif sempat tertunda dikarenakan untuk membayarkan insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Untuk sisa pembayaran tahun 2020 dari bulan September s.d Desember dan tahun 2021 hingga sekarang tertunda karena dana BOKT yang terdapat di kas daerah tidak mencukupi untuk pembayaran sisa bulan yang dimaksud.

Sementara untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan dan non kesehatan di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid telah dibayarkan dari mulai Januari sampai dengan Mei 2021 dari alokasi anggaran BTT APBD Kota Bekasi 2021.

Sementara untuk bulan Juni sedang proses pengajuan pembayaran ke BPKAD Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi memberikan dana insentif melalui keuangan daerah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengorbanan para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi.

(SHY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *