Bekasi  

314 Kejadian Kebakaran dalam Setahun, Korsleting Listrik Masih Jadi Biang Utama di Kota Bekasi

Kota Bekasi - Petugas Pemadam saat upaya memadamkan kebakaran hebat di PT JPN Bekasi. Foto: Dokumentasi Disdamkarmat Kota Bekasi
Petugas Pemadam saat upaya memadamkan kebakaran hebat di PT JPN Bekasi. Foto: Dokumentasi Disdamkarmat Kota Bekasi

Kota Bekasi – Kebakaran masih menjadi ancaman laten di Kota Bekasi. Sepanjang 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat 314 kejadian kebakaran dengan total kerugian materiil mencapai Rp43,4 miliar.

Angka itu menggambarkan bahwa risiko kebakaran belum sepenuhnya dapat ditekan, meski secara tren jumlah kejadian menunjukkan penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Data Disdamkarmat menunjukkan, rumah atau hunian warga menjadi objek paling rentan, dengan 121 kejadian kebakaran. Posisi berikutnya ditempati swalayan atau toko sebanyak 48 kejadian, disusul kebakaran kendaraan (18 kejadian) serta pabrik atau gudang (16 kejadian).

Objek lain yang turut terdampak antara lain sampah atau alang-alang (14 kejadian), gedung atau sekolah (11 kejadian), serta kategori lain-lain sebanyak 86 kejadian.

“Hunian masih mendominasi. Ini menunjukkan kebakaran sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat,” kata Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, Selasa (6/1/2026).

Dari sisi penyebab, instalasi listrik menjadi faktor paling dominan.

Sepanjang 2025, kebakaran akibat listrik tercatat sebanyak 206 kejadian, jauh melampaui penyebab lain seperti gas atau bahan bakar minyak (43 kejadian), human error (31 kejadian), pembakaran sampah (18 kejadian), faktor alam (1 kejadian), serta sebab lain-lain (15 kejadian).

Dominasi faktor listrik ini mengindikasikan masih lemahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan instalasi rumah tangga, termasuk penggunaan peralatan listrik yang tidak standar dan instalasi yang sudah uzur.

Dari sisi korban, Disdamkarmat mencatat 1.324 jiwa berhasil diselamatkan dalam berbagai peristiwa kebakaran. Namun, kebakaran tetap menelan korban, dengan 15 orang mengalami luka-luka dan 2 orang meninggal dunia.

Abi menyebut, pihaknya terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi publik. Selain imbauan rutin melalui media sosial, Disdamkarmat juga menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi masyarakat, baik secara kelompok maupun perorangan.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar waspada. Sosialisasi dan pelatihan menjadi kunci untuk menekan risiko,” ujar Abi.

Meski demikian, data historis menunjukkan adanya perbaikan. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kebakaran di Kota Bekasi cenderung menurun. Pada 2023, tercatat 454 kejadian kebakaran, turun menjadi 341 kejadian pada 2024, dan kembali menurun menjadi 314 kejadian pada 2025.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Bekasi, Namar Naris, menilai tren penurunan ini sebagai hasil dari kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Dari 2023 ke 2025 angkanya terus turun setiap tahun. Ini tidak lepas dari upaya pencegahan yang dilakukan bersama-sama,” kata Namar.

Namun, penurunan angka belum tentu sejalan dengan berkurangnya risiko. Selama penyebab utama—terutama masalah kelistrikan di permukiman padat—belum ditangani secara sistematis, kebakaran tetap berpotensi berulang.

Data Disdamkarmat menunjukkan satu kesimpulan jelas: api masih kerap menyala dari ruang paling dekat dengan warga—rumah mereka sendiri.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Zachra Mutiara Medina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *