Bekasi  

Polisi Dalami CCTV Pria Masuk Kost 08 Terkait Kematian Terapis SPA

Kamar kost tersebut sebelumnya menjadi lokasi ditemukannya seorang wanita berinisial SM (23), terapis SPA asal Cianjur, yang ditemukan tewas pada Rabu (7/1/2026) malam.

Kota Bekasi - Rekaman CCTV seorang pria masuk sebelum terapis SPA ditemukan meninggal dunia. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Rekaman CCTV seorang pria masuk sebelum terapis SPA ditemukan meninggal dunia. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) berdurasi 1 menit 2 detik yang memperlihatkan seorang pria berbaju hitam dan celana pendek beredar luas di masyarakat.

Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat berjalan di area kost dan diduga membawa cairan pembersih lantai sebelum masuk ke kamar kost nomor 08 di Jalan Letnan Arsyad, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kamar kost tersebut sebelumnya menjadi lokasi ditemukannya seorang wanita berinisial SM (23), terapis SPA asal Cianjur, yang ditemukan tewas pada Rabu (7/1/2026) malam.

Dalam potongan video CCTV, pria tersebut tampak melintas di lorong kost menuju kamar korban. Rekaman itu kini menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi terkait misteri kematian SM.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan dan menelaah rekaman CCTV tersebut.

“Sampai saat ini kami masih mendalami seluruh barang bukti dan rekaman CCTV yang ada. Semua masih dalam proses penyelidikan,” ujar Braiel kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Braiel menegaskan, polisi belum dapat menyimpulkan keterkaitan pria dalam rekaman CCTV dengan peristiwa kematian korban.

“Sampai saat ini kami masih mendalami semua,” jelasnya

Seluruh temuan masih akan dikaitkan dengan hasil autopsi serta keterangan saksi.

Sebelumnya, SM ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya dalam posisi terlentang di atas ranjang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan satu botol cairan pembersih lantai serta cairan muntahan di bawah kasur. Namun hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Apakah cairan tersebut diminum korban atau tidak, itu masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium,” jelas Braiel.

Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *