Bekasi  

Wali Kota Akui Jalan Rusak Masih Banyak, Anggaran Jadi Batu Sandungan

Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Keluhan soal jalan rusak kembali menyeruak di Kota Bekasi. Di sejumlah kawasan, aspal pecah, lubang menganga, hingga ruas bergelombang masih mudah ditemui. Keluhan ini akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Tri tidak menutup mata. Ia mengakui persoalan jalan belum mampu dituntaskan secara menyeluruh.

“Ya iya dong, karena kebutuhan kita kan cukup panjang dan banyak,” ujar Tri, Senin (12/1/2026).

“Untuk kegiatan yang namanya infrastruktur, jalan itu tetap menjadi prioritas,” sambungnya.

Pernyataan Tri merespons derasnya kritik warga yang mempertanyakan lambatnya perbaikan ruas-ruas jalan strategis.

Di tengah pertumbuhan kendaraan dan kebutuhan mobilitas harian yang kian tinggi, kondisi jalan menjadi parameter pelayanan publik paling mudah dirasakan.

Anggaran Infrastruktur Jadi Primadona, Tapi Tak Cukup

Tri menuturkan dominasi belanja infrastruktur dalam APBD menjadi bukti komitmen pemerintah daerah. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) disebutnya sebagai salah satu “primadona” anggaran.

“Kalau dilihat dari konsep anggaran, BMSDA itu menjadi primadona karena hari ini kita memang fokus melayani masyarakat,” kata Tri.

Namun, prioritas anggaran tidak serta merta mampu menutup kebutuhan. Pemerintah daerah mesti menimbang alokasi untuk layanan lain seperti kesehatan, pendidikan, dan penanganan sosial.

“Kebutuhan banyak, tentu kita harus mengatur skala prioritas. Tidak mungkin semuanya dikerjakan sekaligus,” ucapnya.

Di internal Pemkot, kalkulasi kebutuhan penanganan jalan jauh lebih besar dibanding pagu belanja yang tersedia.

Data kebutuhan pemeliharaan dan pembangunan jalan di Bekasi mencakup ratusan titik, menyebar mulai ruas permukiman hingga jalan kolektor.

Strategi Bertahap dan Tekanan Waktu

Tri menjelaskan pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dan urgensi. Kebijakan ini mengikuti pola Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah memfokuskan pembangunan pada infrastruktur dasar, terutama konektivitas antarwilayah.

“Jawa Barat hari ini konsentrasi pada penanganan jalan. Itu juga yang kita lakukan di Bekasi,” kata Tri.

Namun strategi bertahap ini membawa konsekuensi: waktu penanganan melar dan menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan lapangan dan eksekusi anggaran.

Di beberapa titik, warga mengeluhkan siklus penanganan yang memakan waktu lebih dari satu tahun anggaran.

Warga Diminta Bersabar

Tri meminta masyarakat memahami proses yang berjalan. Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki jalan secara berkelanjutan.

“Yang penting prosesnya berjalan. Jalan tetap kita benahi, tapi bertahap menyesuaikan kondisi anggaran,” tutupnya.

Meski begitu, pertanyaan publik masih menggantung: sampai kapan pola penanganan bertahap ini mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat dan tekanan urbanisasi di Bekasi?

Dari waktu ke waktu, urusan jalan bukan hanya soal infrastruktur—melainkan soal kepastian layanan dan kualitas hidup warga kota.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *