Kota Bekasi – Sunyi pemakaman di Bekasi Barat pecah pada Minggu siang itu. Seorang peziarah yang hendak mendoakan kerabatnya dikejutkan sesosok tubuh tertutup dedaunan di antara nisan-nisan tua.
Dari kejauhan ia mengira hanya tumpukan sampah. Ketika mendekat, tubuh itu tak bergerak. Lelaki muda, telungkup, tanpa identitas.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bekasi Barat dan diteruskan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota.
“Kondisi korban ditemukan telungkup dan tertutup daun-daunan,” ujar Kapolsek Bekasi Barat AKP Wahyudi, Selasa (13/1/2026).
Di sekitar tubuh korban, polisi mendapati sepasang sandal dan alat vape. Remaja itu mengenakan celana jeans biru dan kaus lengan panjang abu-abu. Salah satu ciri fisiknya: kawat gigi terpasang di rahang.
Jeratan Ikat Pinggang
Penyidik langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
“Korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat ikat pinggang dan terdapat luka memar di wajah,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Memar yang ditemukan pada wajah dan bagian tubuh lain diduga akibat benturan benda tumpul. Polisi memperkirakan usia korban sekitar 17 tahun.
Di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda keributan massal atau tawuran yang lazim memicu korban jiwa di sejumlah wilayah perkotaan. “Dugaan sementara korban pembunuhan, karena tidak ada kejadian tawuran di sekitar TKP,” ujar Braiel.
Korban kini dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Identitas Masih Gelap
Polisi masih kesulitan mengidentifikasi korban. “Belum ditemukan identitasnya hingga sekarang,” kata Wahyudi.
Hingga artikel ini dibuat, belum ada satu pun keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya dengan ciri yang sesuai.
Ketiadaan identitas membuat penyelidikan berjalan di dua jalur: tracing forensik dan tracing sosial. Polisi memeriksa jejak barang bawaan, mengecek CCTV sekitar TPU, serta menelusuri kemungkinan korban berasal dari luar kota.
Sementara pada jalur sosial, kepolisian mengimbau masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban untuk melapor ke Polres Metro Bekasi Kota.
Hingga kini tiga saksi diperiksa sebagai saksi awal — seluruhnya adalah warga yang berada di sekitar lokasi pemakaman saat kejadian.
Tanda Tanya Terbuka
Penemuan jasad di pemakaman bukan fenomena baru. Namun pola kematian dan lokasi pembuangan sering menjadi indikator penting: apakah korban memang tewas di lokasi atau hanya ditinggalkan di sana untuk menghilangkan jejak. Polisi belum menyimpulkan keduanya.
Di sisi lain, motif pembunuhan masih terbuka lebar. Tanpa identitas, pertanyaan paling dasar belum terjawab: siapa korban, dari mana ia berasal, dan siapa orang terakhir yang bersamanya.
Sejauh ini, penyidik baru bisa memastikan satu hal: remaja itu tidak mengakhiri hidupnya sendiri. Jeratan ikat pinggang dan luka di wajah menunjukkan kekerasan sebelum kematian — bukan bunuh diri sunyi di antara nisan.
Menunggu Autopsi dan Waktu
Kasus ini kini bergantung pada hasil autopsi forensik RS Polri Kramat Jati, yang diperkirakan akan menjadi kunci untuk memetakan ulang peristiwa sebelum kematian.
Sementara polisi terus melacak identitas, keluarga korban — siapapun mereka — mungkin sedang mencari seseorang yang tak kunjung pulang.
Belum diketahui apakah laporan itu akan masuk hari ini, besok, atau tidak pernah.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)












