Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Bekasi Timur sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat terseret arus. Peninjauan dilakukan di tengah fase darurat banjir yang terjadi sejak akhir pekan.
Titik pertama berada di Jalan Raya Nonon Sontanie (Underpass). Di lokasi ini, Tri menerima laporan kerusakan jalan yang kerap memicu kecelakaan. Hasil pengecekan menemukan adanya kebocoran pada dinding penahan aliran sungai di sisi underpass yang menyebabkan air masuk ke kawasan Perumahan Duren Jaya.
Tri langsung menginstruksikan perangkat daerah untuk menelusuri dan memperbaiki dinding yang bocor, serta menertibkan pedagang yang berjualan di tepi sungai dan area underpass. Menurut dia, pemanfaatan bantaran sungai yang tidak sesuai fungsi turut mempersempit aliran dan memperlambat penurunan debit air.
Peninjauan berlanjut ke Polder Air RW 14, Kelurahan Bekasi Jaya. Di lokasi ini, Wali Kota memberi apresiasi kepada warga yang sigap mengoperasikan pompa saat banjir melanda. Menurutnya, kesiapsiagaan warga berperan dalam menahan laju genangan di lingkungan sekitar.
“Meski genangan masih terjadi, keberadaan pompa sangat membantu mengurangi dampaknya,” ujar Tri, Minggu (19/1/2026).
Di sela peninjauan, Tri bertakziah ke rumah duka warga Perumnas 3, Aren Jaya, yang meninggal terseret arus banjir. Korban bernama Namat bin Rinin, 79 tahun. Karena rumah duka turut tergenang, jenazah disemayamkan di Masjid Jami Nurul Falah. Tri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem.
Selanjutnya, Tri bersama Dandim dan Kapolres meninjau banjir di Perumahan Duren Jaya sembari berdialog dengan warga. Ia terlihat menyapa anak-anak di tengah genangan dan mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan.
Rangkaian peninjauan diakhiri di Rumah Pompa Lengkak RW 08, Kelurahan Bekasi Jaya. Tri memastikan pompa dan pintu air beroperasi penuh untuk mencegah genangan meluas ke Duren Jaya dan wilayah sekitar.
Peninjauan ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah kota. Namun, banjir kali ini juga kembali menyinggung soal tata ruang, drainase, dan kesiapan infrastruktur air di daerah urban yang padat. Evaluasi terhadap fungsi bantaran sungai, kapasitas pompa, serta keteraturan kawasan diperkirakan menjadi agenda lanjutan pemerintah dalam waktu dekat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Zachra Mutiara Medina)












