Bekasi  

Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Mulai Dikerjakan, Ditarget Rampung 2–3 Bulan

Kota Bekasi - Lokasi pembangunan JPO di Jalan Ir.H Juanda yang terhubung akses masuk Stasiun Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Lokasi pembangunan JPO di Jalan Ir.H Juanda yang terhubung akses masuk Stasiun Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mulai mengerjakan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terhubung langsung dengan Stasiun Bekasi. Pekerjaan fisik JPO tersebut diketahui sudah berjalan sejak pekan lalu setelah seluruh perizinan rampung.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan pembangunan sempat tertunda karena menunggu izin dari Kementerian Perhubungan dan pihak stasiun.

“Udah dari minggu kemarin ya, jadi kemarin waktu itu terkendala perizinan dari Kemenhub dan Stasiun. Kita sempat berhenti, terus dari akhir tahun kemarin udah keluar izin, udah deal udah oke. Sebenarnya udah 2 minggu lalu, kita sudah mulai,” kata Idi, Rabu (28/1/2026).

Idi menjelaskan, pembangunan JPO tersebut ditargetkan selesai dalam waktu relatif singkat.

“Itu kita sekedar 2–3 bulan lah,” ujarnya.

Pembangunan JPO ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, khususnya untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan pejalan kaki di Jalan Ir. H. Juanda yang selama ini dikenal padat aktivitas penyeberangan.

“Jadi kemarin kan itu hasil koordinasi kita dengan Dishub. Di Jalan Juanda itu kan macetnya luar biasa, banyak penyeberangan dan lain segala macem,” jelas Idi.

Ia menambahkan, JPO dirancang terhubung langsung ke area stasiun sehingga penyeberangan di bawah tidak lagi diperbolehkan.

“Karena kita maunya langsung connect masuk ke stasiun dari JPO. Nah, karena kemarin makanya dari Kemenhub udah oke, udah keluar izin resminya, jadi nanti JPO kita langsung masuk ke Stasiun,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, penyeberangan di permukaan jalan akan ditutup dengan pemasangan pembatas di median jalan.

“Jadi nyebrang di bawah nggak ada, nanti bawah kita kasih tengahnya, medianya kita kasih pot bunga gitu lah, biar nggak bisa lewat gitu. Jadi nanti nyebrangnya lewat atas semua,” kata Idi.

Terkait akses di sekitar kawasan D’Cika dan Indomaret Point, Idi menyebut penutupan jalur memungkinkan dilakukan setelah JPO beroperasi.

“Makanya, kalau nanti JPO udah jadi, bisa aja ditutup di bawah. Jadi kalau orang mau masuk lewat situ, nyebrang langsung masuk ke stasiun. Jadi benar pintu selatan itu bisa ditutup, dengan solusi kalau udah ada JPO,” jelasnya.

Untuk mekanisme JPO, Idi menyebut saat ini difokuskan sebagai jalur masuk ke stasiun dan masih akan dikaji lebih lanjut bersama Dishub.

“Kayaknya khusus masuk aja. Kita belum dikaji. Soalnya kalau nyebrang, orang yang nyebrang ke situ kan rata-rata masuk ke stasiun,” ujarnya.

Selama proses konstruksi, Idi memastikan pekerjaan tetap berjalan meski cuaca menjadi perhatian. Ia mengakui sempat ada penolakan dari pelaku usaha di sekitar lokasi, namun telah disepakati solusi bersama.

“Kendala kemarin karena ada penolakan di sisi pengusaha yang depan ruko. Makanya kemarin kita rapat, kita geser dikit-dikit pondasinya biar enggak terlalu ganggu mereka. Ini kan kebutuhan untuk masyarakat banyak, akhirnya udah deal,” katanya.

Pembangunan JPO tersebut akan memanfaatkan jalur pedestrian sebagai area pondasi. Ke depan, akses kawasan stasiun juga akan disesuaikan dengan rencana pengembangan park and ride di sekitar Gedung PMI Kota Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *