Kota Bekasi – Banjir yang terus berulang di Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, kini berdampak serius terhadap keberlangsungan hunian warga.
Puluhan rumah di kawasan tersebut mulai dipasarkan dan dipasangi spanduk bertuliskan “Dijual”. Bahkan, sebagian rumah telah ditinggalkan pemiliknya dan tampak terbengkalai, dipenuhi semak belukar dengan kondisi bangunan yang mulai lapuk.
Petugas keamanan Perumahan Jatibening Permai, Nojid (45), menyebut banjir yang terjadi kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya. Air merendam jalan utama perumahan hingga ketinggian lebih dari satu meter akibat kontur jalan yang lebih rendah.
“Hampir satu meter lebih lah. Jalan rayanya memang rendah,” ujar Nojid, Kamis (29/1).
Menurutnya, banjir di kawasan tersebut sudah menjadi kejadian rutin. Dalam sebulan terakhir saja, banjir tercatat terjadi hingga tujuh kali. Namun, banjir kali ini dinilai paling parah dan paling berdampak bagi warga.
“Kalau dalam sebulan ini bisa sampai tujuh kali. Tapi yang paling parah ya yang ini,” katanya.
Dari total sekitar 400 unit rumah yang ada, kini hanya sekitar 350 rumah yang masih dihuni. Selebihnya kosong karena ditinggalkan pemiliknya yang memilih pindah lantaran rumah mereka kerap terendam banjir.
“Sekarang yang terisi sekitar 350 rumah. Banyak yang kosong karena banjir, pada pindah semua,” jelasnya.
Saat puncak banjir, sejumlah warga sempat dievakuasi menggunakan perahu. Bantuan juga datang dari TNI AD serta pemerintah daerah, termasuk distribusi makanan bagi warga yang terisolasi dan tidak bisa beraktivitas ke luar rumah.
“Sempat dievakuasi pakai perahu. Ada juga mobil dari TNI AD. Bantuan makanan datang dari Pemda, RT, RW, sama warga,” ungkap Nojid.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)













