Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menanam pohon di kawasan Lagoon Avenue Mall, Kota Bekasi, dalam rangka Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Bekasi mengaitkan isu keselamatan kerja dengan keberlanjutan lingkungan.
Tri mengatakan, keselamatan dan kesehatan tidak hanya dimaknai sebatas prosedur di ruang kerja, tetapi juga mencakup kualitas lingkungan hidup.
“Keselamatan dan kesehatan itu bukan hanya di tempat kerja, tetapi juga bagaimana kita memastikan lingkungan yang sehat dan lestari,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Dari Karangan Bunga ke Pohon Hidup
Penanaman pohon dalam momentum resmi bukan hal baru bagi Pemkot Bekasi. Sejak tahun lalu, pemerintah daerah mengubah tradisi pengiriman karangan bunga dalam berbagai perayaan, termasuk Hari Jadi Kota Bekasi dan pelantikan kepala daerah, menjadi pemberian pohon atau tanaman hidup.
Kebijakan tersebut, menurut Tri, telah membuahkan hasil konkret. Pada peringatan hari ulang tahun kota sebelumnya, hampir seribu pohon disumbangkan dan ditanam di berbagai titik wilayah Bekasi.
“Hampir 1.000 pohon telah disumbangkan dan ditanam di berbagai titik di Kota Bekasi,” kata Tri.
Langkah ini dipandang sebagai upaya simbolik sekaligus praktis: mengurangi limbah dekoratif yang bersifat sementara dan menggantinya dengan elemen hijau yang memberi manfaat jangka panjang.
“Sedekah Udara” dan Dimensi Sosial
Tri menyebut gerakan menanam pohon memiliki nilai lebih dari sekadar aspek ekologis. Ia menggunakan istilah “sedekah udara” untuk menggambarkan manfaat sosial dan spiritual dari setiap pohon yang ditanam.
“Setiap pohon yang kita tanam adalah sedekah udara. Selama pohon itu hidup dan memberi oksigen, kita mendapatkan manfaatnya. Bahkan mulai dari membeli, menanam, hingga memelihara pohon tersebut, insyaallah memiliki nilai ibadah dan keberkahan,” ujarnya.
Narasi ini menunjukkan pendekatan persuasif pemerintah kota dalam membangun partisipasi publik. Penanaman pohon tidak semata diposisikan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai gerakan kolektif yang menyentuh nilai sosial dan keagamaan masyarakat.
K3 dan Lingkungan Kerja Berkelanjutan
Bulan K3 Nasional selama ini identik dengan penguatan standar keselamatan kerja di sektor industri dan jasa.
Namun, Pemkot Bekasi mencoba memperluas maknanya dengan memasukkan dimensi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari budaya keselamatan.
Dalam konteks kota penyangga ibu kota yang terus berkembang pesat, tantangan kualitas udara dan ketersediaan ruang terbuka hijau menjadi isu krusial.
Penanaman pohon di ruang-ruang publik, termasuk kawasan komersial seperti mal, dipandang sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan.
Melalui momentum Bulan K3 Nasional 2026, Pemerintah Kota Bekasi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa keselamatan dan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan. Kota yang aman dan produktif, menurut Tri, harus berdiri di atas fondasi ruang hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Adinda Fitria Yasmin)












