Bekasi  

Tim Perintis Presisi Bergerak Sisir Medan Satria, Bekasi Utara hingga Bekasi Timur

Kota Bekasi - Tim Patroli Perintis Presisi dari Polres Metro Bekasi Kota kembali bergerak dalam Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Tim Patroli Perintis Presisi dari Polres Metro Bekasi Kota kembali bergerak dalam Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Dini hari di Kota Bekasi bukan lagi sekadar waktu istirahat. Pada jam-jam inilah potensi gangguan keamanan kerap muncul—mulai dari aksi 3C (curas, curat, curanmor), balapan liar, hingga bentrokan antar-kelompok.

Sabtu (21/2/2026) pukul 02.20 WIB, Tim Patroli Perintis Presisi dari Polres Metro Bekasi Kota kembali bergerak dalam Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ). Skala patroli diperbesar, titik rawan dipetakan ulang, dan personel disebar di jalur strategis.

Operasi dipimpin Pamenwas Kompol Gefri Agitia bersama Katim Perintis Presisi 1 Ipda Dwi Susanto. Sebanyak 10 personel turun langsung menyisir rute yang selama ini diidentifikasi rawan gangguan kamtibmas.

Peta Rawan dan Strategi Strong Point

Rute patroli dimulai dari Mako Polres Metro Bekasi Kota, menyusuri Jalan Pangeran Jayakarta, kawasan Summarecon, Teluk Pucung, Terminal Bekasi, hingga Bulak Kapal. Jalur tersebut bukan tanpa alasan—selain menjadi lintasan utama kendaraan, kawasan ini juga kerap menjadi titik kumpul kelompok remaja pada malam hingga dini hari.

Kasat Samapta Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hotman Hutajulu, menegaskan bahwa sasaran utama operasi adalah pelaku 3C. Namun, patroli juga difokuskan pada potensi tawuran dan balapan liar yang kerap muncul secara spontan.

“Selain antisipasi tindak pidana, petugas juga melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti balapan liar maupun bentrokan antar-kelompok,” demikian keterangan resmi kepolisian.

Strategi yang digunakan bukan hanya patroli bergerak, tetapi juga strong point—penjagaan intensif di titik tertentu untuk menciptakan efek gentar. Salah satunya dilakukan di Jalan Jembatan Besi, Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

Kehadiran polisi secara menetap di titik tersebut dimaksudkan untuk memutus niat pelaku sebelum aksi terjadi.

Kriminalitas dan Jam Rawan

Jam 00.00 hingga 04.00 WIB kerap disebut aparat sebagai “jam emas” kejahatan jalanan. Minimnya aktivitas warga dan lengangnya lalu lintas membuat pelaku leluasa bergerak.

Dalam beberapa bulan terakhir, isu curanmor dan aksi tawuran menjadi perhatian publik. Kejahatan tidak lagi terbatas di gang sempit, tetapi juga menyasar jalan protokol dan kawasan komersial.

Karena itu, pola patroli kini dibuat lebih dinamis dan terukur, dengan memanfaatkan pemetaan titik rawan berdasarkan laporan masyarakat dan data kejadian sebelumnya.

Efek Psikologis dan Rasa Aman

Operasi seperti ini memiliki dua tujuan utama: pencegahan langsung dan efek psikologis. Ketika pelaku mengetahui bahwa patroli rutin dan tidak terjadwal secara tetap, ruang gerak mereka menyempit.

Di sisi lain, warga yang masih beraktivitas pada dini hari—seperti pekerja shift malam, pedagang, atau pengguna transportasi umum—mendapat jaminan rasa aman.

“Pelaksanaan operasi berjalan lancar dan situasi dilaporkan aman terkendali,” tutup laporan tersebut.

Konsistensi Jadi Kunci

Patroli skala besar bukan hal baru. Namun efektivitasnya bergantung pada konsistensi dan ketepatan membaca pola kriminalitas yang terus berubah.

Dengan dinamika urban yang tinggi, Kota Bekasi membutuhkan pengamanan adaptif—bukan sekadar respons insidental.

Operasi Kejahatan Jalanan yang digelar dini hari ini menjadi sinyal bahwa aparat tak ingin memberi ruang bagi pelaku kejahatan. Pertanyaannya kini: apakah pola ini mampu menekan angka kriminalitas secara berkelanjutan?

Publik tentu berharap jawabannya bukan sekadar “aman terkendali” di atas kertas, melainkan benar-benar terasa di jalanan kota.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *