Bekasi  

Kemenhaj Bekasi Kumpulkan PPIU, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Jemaah Umrah

Kabupaten Bekasi -Sebanyak 3.346 calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengikuti bimbingan manasik yang digelar Kementerian Agama setempat.
Sebanyak 3.346 calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengikuti bimbingan manasik yang digelar Kementerian Agama setempat.

Kota Bekasi – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi bergerak cepat. Dalam waktu dekat, seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kota Bekasi akan dipanggil untuk melakukan koordinasi terkait kondisi jemaah.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus memastikan keselamatan warga Kota Bekasi yang tengah menjalankan ibadah di Arab Saudi maupun yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengatakan pihaknya segera mengundang seluruh PPIU untuk memetakan situasi terkini.

“Dalam waktu dekat kami akan mengundang seluruh PPIU se-Kota Bekasi untuk membahas situasi terkini dan memastikan kondisi jemaah,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Pendataan Jemaah Asal Bekasi

Selain menggelar pertemuan dengan biro perjalanan umrah, Kemenhaj Kota Bekasi juga tengah melakukan pendataan terhadap jemaah asal Bekasi yang berada di Arab Saudi maupun yang akan berangkat dalam waktu dekat.

Pendataan tersebut dilakukan setelah pihaknya meminta data resmi dari pemerintah pusat mengenai biro perjalanan umrah yang memiliki kantor pusat maupun cabang di Kota Bekasi.

Menurut Rian, hingga saat ini belum ada laporan jemaah asal Bekasi yang mengalami kendala selama berada di Arab Saudi.

“Sampai saat ini belum ada laporan terkait kendala jemaah Kota Bekasi,” katanya.

Ia menambahkan, perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan serta pelayanan jemaah tetap berjalan baik.

Imbauan Tunda Keberangkatan

Meski belum ada laporan masalah, Kemenhaj Kota Bekasi tetap mengimbau masyarakat yang berencana berangkat umrah dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan sementara waktu.

Imbauan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan faktor keamanan serta dinamika penerbangan internasional yang berpotensi terdampak situasi konflik.

“Mempertimbangkan situasi keamanan, kami imbau untuk menunda atau me-reschedule keberangkatan. Bukan membatalkan, tetapi menunda,” tegas Rian.

Bagi jemaah yang tetap memilih berangkat, ia meminta agar memastikan kembali maskapai penerbangan yang digunakan serta memantau status penerbangan secara berkala.

Pasalnya, sejumlah penerbangan dengan rute transit dilaporkan mengalami pembatalan, penjadwalan ulang, hingga penundaan.

Penerbangan Langsung Masih Beroperasi

Sementara itu, penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun sebaliknya masih tetap beroperasi melalui sejumlah maskapai, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudia.

Kemenhaj Kota Bekasi menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi global dan berkoordinasi dengan PPIU agar keselamatan serta kenyamanan jemaah asal Bekasi tetap menjadi prioritas utama.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *