Bekasi  

Gunungan Sampah TPST Bantar Gebang Longsor, Sopir Truk dan Dua Pemulung Tewas Tertimbun

Kota Bekasi - Longsor di Zona IV TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, menimbun sejumlah orang, Minggu (8/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Longsor di Zona IV TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, menimbun sejumlah orang, Minggu (8/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Gunungan sampah di zona 4 TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, longsor dan menimbulkan korban jiwa.

Dalam peristiwa tersebut, seorang sopir truk sampah dan dua pemulung dilaporkan tewas setelah tertimbun material sampah yang tiba-tiba ambruk.

Longsor terjadi saat sejumlah truk sedang mengantre untuk membuang muatan di zona pembuangan aktif. Tumpukan sampah yang menjulang tinggi mendadak runtuh dan menimpa kendaraan yang berada di jalur antrean.

Tak hanya menimbun korban, longsoran sampah juga menyeret beberapa truk hingga masuk ke saluran air di sekitar lokasi yang dikenal sebagai Kali Ciketing.

Seorang warga Bagong yang berada di sekitar lokasi mengatakan kondisi TPST Bantar Gebang saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang masih menggunakan metode open dumping atau penumpukan terbuka membuat gunungan sampah rawan longsor.

“Memang kondisinya sudah kritis. Sampah hanya ditumpuk begitu saja, jadi rawan longsor. Informasinya ada satu sopir dan dua pemulung yang jadi korban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian sejumlah kendaraan memang tengah mengantre untuk membuang sampah ke zonasi 4. Jalur tersebut biasa digunakan sebagai tempat antrean truk agar tidak memicu kemacetan di area pembuangan.

Warga juga menyebut beberapa kendaraan sempat terseret hingga ke saluran air, sehingga proses evakuasi menjadi lebih sulit karena kendaraan tertutup tumpukan sampah di area yang cukup dalam.

Korban diduga tertimbun cukup lama sebelum berhasil ditemukan. Warga memperkirakan peluang selamat sangat kecil karena korban berada di bawah timbunan sampah lebih dari satu jam.

“Kalau tertimbun sampah 10 sampai 15 menit saja bisa meninggal. Apalagi ini sudah lebih dari satu jam. Gas dari sampah juga berbahaya,” katanya.

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di lokasi tersebut. Beberapa bulan lalu, longsor serupa juga terjadi di area yang sama hingga menyebabkan tiga truk sampah terseret masuk ke saluran air.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar khawatir kejadian serupa akan kembali terulang, terutama saat musim hujan yang membuat tumpukan sampah menjadi lebih labil dan mudah bergeser.

“Kami khawatir kalau hujan terus bisa longsor lagi. Sampahnya sudah terlalu menumpuk,” ujar warga.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *