Kabupaten Bekasi – Kabupaten Bekasi bersiap menjadi “tuan rumah” bagi jutaan pelintas yang akan pulang kampung pada Lebaran 1447 Hijriah.
Menyadari beban berat yang akan dipikul jalur arteri dan tol, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengumumkan pemetaan titik-titik posko pengamanan dan pelayanan mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Bukan sekadar tenda biasa, pos-pos ini dirancang sebagai benteng keselamatan bagi pemudik yang diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 143,9 juta orang secara nasional.
Sebaran 18 Titik Pantau: Dari Pos Terpadu hingga Pos Pelayanan
Plt. Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, merinci kekuatan personel dan fasilitas yang akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Jaya 2026.
Setidaknya ada 18 titik strategis yang akan dijaga ketat oleh kolaborasi Dishub dan Polres Metro Bekasi:
- 1 Pos Terpadu: Pusat koordinasi utama lintas sektoral.
- 4 Pos Pengamanan (Pospam): Fokus pada pengaturan lalu lintas dan pencegahan kriminalitas.
- 5 Pos Pelayanan (Posyan): Tempat istirahat (rest area) bagi pemudik yang lelah.
- 8 Titik Pos Pantau: Memonitor pergerakan arus di titik-titik rawan macet.
“Pos ini disiapkan untuk membantu pengamanan sekaligus memberikan pelayanan. Jika merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan berkendara. Silakan manfaatkan pos pelayanan kami untuk beristirahat,” ujar Agus Budiono, Selasa (10/3/2026).
Waspadai Dua Gelombang Puncak Arus
Agus mengingatkan warga untuk jeli melihat kalender. Berdasarkan data Kemenhub, arus mudik tahun ini tidak akan tumpah dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang besar. Puncak Mudik Gelombang I: 14 – 15 Maret 2026. Puncak Mudik Gelombang II: 18 – 19 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik diprediksi akan memadati jalur Bekasi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret. Penyiapan 70 personel Dishub akan difokuskan untuk mengurai simpul kemacetan di Jalan Nasional (Pantura), Jalur Kalimalang, serta akses-akses menuju ruas tol.
Cek Kendaraan Sebelum “Tempur” di Jalan
Selain menyiapkan posko, Dishub memberikan peringatan keras kepada pemudik mengenai kelaikan kendaraan. Mengingat cuaca di bulan Maret yang masih fluktuatif, kondisi fisik kendaraan menjadi harga mati.
“Kami imbau cek mesin, sistem pengereman, hingga ketebalan ban. Pastikan juga tubuh pengemudi dalam kondisi prima. Keselamatan harus jadi prioritas utama di atas kecepatan,” imbuhnya.
Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Arteri
Mengingat volume kendaraan akan melonjak drastis, Dishub bersama kepolisian sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Masyarakat lokal yang sehari-hari menggunakan Jalan Nasional dan Kalimalang diminta bersiap menghadapi perubahan arus atau penutupan sementara di beberapa titik.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













