Bekasi  

Revolusi Pendidikan Kota Bekasi: Beasiswa untuk Puluhan Ribu Siswa Hingga Papan Tulis Pintar di Ruang Kelas

Kota Bekasi - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, usai apel pagi di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (21/7/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, usai apel pagi di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (21/7/2025).

Kota Bekasi – Di usia ke-29, Kota Bekasi tidak hanya bersolek lewat pembangunan infrastruktur jalan. Sektor pendidikan kini menjadi palagan utama Pemerintah Kota untuk memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi emas yang melek teknologi.

Melalui Dinas Pendidikan, Kota Bekasi kini menjalankan dua misi besar sekaligus: memperluas akses beasiswa bagi keluarga kurang mampu dan melakukan modernisasi alat peraga pendidikan melalui teknologi interaktif.

Beasiswa: Jembatan Mimpi Anak Bekasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, mengungkapkan bahwa program beasiswa daerah kini telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat.

Tidak tanggung-tanggung, sasaran bantuan ini merentang dari jenjang SD, SMP Swasta, hingga bantuan biaya untuk mahasiswa di perguruan tinggi.

Strategi ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi alasan putus sekolah karena terkendala biaya di wilayah urban seperti Bekasi.

“Kita sudah ada beasiswa untuk anak-anak mulai dari Dikmas, SD, SMP. Ini upaya nyata untuk meningkatkan akses masyarakat memperoleh pendidikan,” ujar Alex, Rabu (11/3/2026).

Era Baru Pembelajaran: Masuknya Interactive Flat Panel

Bukan lagi sekadar kapur atau spidol, wajah ruang kelas di beberapa sekolah negeri di Bekasi mulai berubah modern. Berkat dukungan pemerintah pusat, perangkat Interactive Flat Panel (IFP) mulai disalurkan ke sekolah-sekolah.

Papan interaktif ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi langsung dengan materi digital, simulasi visual, hingga akses informasi secara real-time. Namun, Alex mengingatkan bahwa teknologi hanya alat—kuncinya tetap pada manusia.

“Gurunya harus siap, pengawasnya juga harus siap. Makanya ini perlu kita kembangkan dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan khusus,” tegasnya.

Tanpa guru yang terampil, papan pintar seharga puluhan juta tersebut hanya akan menjadi pajangan dinding yang sia-sia.

Keseimbangan Karakter: Ngaji Sebelum Belajar

Di tengah gempuran teknologi, Dinas Pendidikan tidak ingin siswa Bekasi kehilangan jati diri dan nilai moral. Sebagai penyeimbang kecerdasan digital, penguatan karakter dilakukan melalui kegiatan religius di sekolah negeri.

Salah satu yang kini ditekankan adalah pembiasaan membaca Al-Qur’an bagi siswa beragama Islam sebelum lonceng jam pertama berbunyi. Langkah ini diharapkan mampu membentuk benteng moral bagi siswa di tengah liarnya arus informasi di dunia maya.

Gadget: Antara Kawan dan Lawan

Alex juga menyoroti tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini: gawai atau smartphone. Di satu sisi, ponsel pintar adalah perpustakaan digital raksasa, namun di sisi lain bisa menjadi pintu masuk konten negatif.

“Ini harus diantisipasi oleh semuanya. Kita harus memperkecil peluang anak-anak memanfaatkan gadget untuk hal tidak baik, dan kita arahkan untuk keperluan yang positif,” tandasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *