Bekasi  

Eksklusif! Kesaksian Karyawan SPBE Cimuning: Gas Bocor Tutupi Jalan Sebelum Ledakan

Sebuah video yang beredar memperlihatkan kepulan asap putih tebal menyelimuti ruas Jalan PU, Kampung Cinyosog, hingga membuat jarak pandang nyaris nol.

Kota Bekasi -Kesaksian karyawan SPBE Cimuning Doni Saputra soal ledakan gas
Kepulan Gas yang berasal dari SPBE Cimuning menyelimuti ruas Jalan PU, Kampung Cinyosog, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Tabir penyebab ledakan dahsyat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam mulai terkuak melalui kesaksian orang dalam.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan kepulan asap putih tebal menyelimuti ruas Jalan PU, Kampung Cinyosog, hingga membuat jarak pandang nyaris nol.

Doni Saputra (38), salah satu karyawan yang telah bekerja selama sembilan tahun di SPBE tersebut, memastikan bahwa asap tersebut adalah bocoran gas yang keluar sebelum ledakan terjadi.

“Itu kejadian sekitar jam 9 malam. Diduga gas itu keluar dari bocornya mobil tangki pengisian gas,” ujar Doni saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).

Warga Panik Berhamburan Sebelum Ledakan

Menurut Doni, kemunculan kabut gas yang pekat tersebut langsung memicu kepanikan luar biasa di pemukiman warga sekitar. Aroma gas yang menyengat dan jarak pandang yang tertutup asap putih membuat warga berhamburan keluar rumah tanpa arah.

“Orang-orang sudah pada panik, berhamburan ke mana-mana buat menyelamatkan diri,” ucapnya mengenang suasana mencekam sebelum api menyambar.

Baca Juga: Tim Labfor Polri Olah TKP Ledakan SPBE Cimuning, Polisi Fokus Periksa Saksi dan Evakuasi Korban

Tak lama setelah gas memenuhi jalanan, suara ledakan keras mengguncang kawasan Mustikajaya yang diikuti oleh kobaran api yang membubung tinggi hingga menjalar ke atap bangunan di sekitar lokasi.

Operasional SPBE Sebenarnya Sudah Tutup

Satu fakta menarik diungkapkan Doni bahwa saat insiden maut itu terjadi, aktivitas resmi di SPBE sebenarnya sudah berakhir. Seluruh karyawan produksi disebut telah pulang sejak pukul 17.30 WIB. Di dalam area hanya menyisakan beberapa petugas keamanan (security).

Doni menduga kebocoran berasal dari mobil tangki yang datang di luar jam operasional untuk melakukan proses bongkar muatan.

“Jam operasional sudah tidak ada, karyawan sudah pulang semua. Mobil tangki datangnya juga saya tidak tahu jam berapa tepatnya,” jelas pria yang bertugas sebagai operator produksi ini.

Sembilan Tahun Bekerja, Baru Kali Ini Terjadi Ledakan Besar

Doni sendiri baru menyadari ada yang tidak beres saat aliran listrik di kawasan BTR Regency tiba-tiba padam total sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ia menuju lokasi untuk mengecek situasi, keadaan sudah kacau balau.

Meskipun rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dari titik ledakan, Doni bersyukur keluarganya selamat karena posisi bangunan terhalang tembok beton tinggi milik area SPBE. Namun, ia mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini.

“Baru pertama kali kejadian sebesar ini selama saya bekerja sembilan tahun di sini. Benar-benar tidak menyangka,” tutupnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami prosedur operasional mobil tangki tersebut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam proses bongkar muat gas yang memicu tragedi besar di Cimuning ini.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *