Bekasi  

Hancur Tak Tersisa! Rumah Sapta Tepat di Depan Ledakan SPBE Cimuning, Satu Keluarga Jadi Korban

Kota Bekasi - Pemakaman Sapta Prihantono, pelajar kelas X SMKN 15 Kota Bekasi di TPU Pabuaran.
Pemakaman Sapta Prihantono, pelajar kelas X SMKN 15 Kota Bekasi di TPU Kampung Pabuaran. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Pilu menyelimuti RT 01 RW 03 Kelurahan Cimuning. Ledakan dahsyat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu (1/4/2026) pekan lalu, bukan hanya menghanguskan area industri, melainkan meluluhlantakkan satu keluarga yang tinggal tepat di depan “titik nol” kejadian.

Sapta Prihantono, pelajar kelas X SMKN 15 Kota Bekasi, harus menyerah pada luka bakar serius yang dideritanya. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, meninggalkan ayah dan tiga kakaknya yang kini masih berjuang hidup di ruang perawatan.

Rumah Kontrakan Hancur Total Tanpa Sisa

Ketua RT 01, Anta Suryana, mengungkapkan betapa mengerikannya kondisi kediaman keluarga Sapta saat ledakan terjadi. Karena lokasinya yang persis berhadapan dengan SPBE, rumah kontrakan tersebut menjadi sasaran utama gelombang panas dan ledakan.

“Rumahnya tepat di depan SPBE dan kondisinya hancur total, nyaris tak tersisa,” ujar Anta saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Duka Cimuning Kian Mendalam: Pelajar SMKN 15 Bekasi Jadi Korban Tewas Ketiga Ledakan SPBE

Saat kejadian, lima anggota keluarga tersebut sedang berada di dalam rumah. Kekuatan ledakan yang disertai semburan api tidak memberikan waktu bagi mereka untuk menyelamatkan diri, hingga seluruh penghuni rumah mengalami luka bakar parah.

Update Korban: 1 Meninggal, 4 Masih Kritis

Duka keluarga ini seolah tak berujung. Sementara jenazah Sapta telah dimakamkan di TPU Kampung Pabuaran pada Selasa pagi (7/4/2026), empat anggota keluarga lainnya masih terpencar di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sapta Prihantono, meninggal dunia di RSCM Jakarta. Sementara Ayah dan 3 Kakaknya masih dirawat intensif di RSUD Kota Bekasi dan beberapa RS lainnya di Bekasi.

Anta menyebut bahwa total korban dari warganya yang masih menjalani perawatan intensif hingga saat ini berjumlah sedikitnya sembilan orang dari beberapa keluarga yang berbeda.

Duka Mendalam di TPU Kampung Pabuaran

Prosesi pemakaman Sapta pada Selasa pagi diiringi isak tangis warga dan teman-teman sekolahnya. Sosok pelajar yang dikenal pendiam namun rajin ini harus pergi terlalu cepat akibat kelalaian operasional di depan matanya sendiri.

“Informasinya saya terima Senin malam sekitar jam sembilan. Salah satu keluarga datang mengabarkan bahwa Sapta sudah meninggal dunia di RSCM,” tambah Anta.

Menanti Janji Ganti Rugi

Hancurnya rumah keluarga Sapta menjadi bukti nyata besarnya risiko keberadaan SPBE di tengah pemukiman padat. Kini, warga menagih komitmen pihak manajemen PT Indogas Andalan Kita yang sebelumnya dijembatani Pertamina untuk mengganti rugi bangunan warga hingga “sediakala”.

Bagi keluarga Sapta, harta benda mungkin bisa diganti, namun nyawa sang anak bungsu dan trauma yang dialami ayah serta kakak-kakaknya akan membekas selamanya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *