Bekasi  

Permudah Warga Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning, Dukcapil Buka Layanan Jemput Bola

Menyadari banyak warga yang kehilangan harta benda—termasuk dokumen negara—akibat ledakan dahsyat SPBE pekan lalu, sebuah posko layanan khusus resmi dibuka di lokasi terdampak.

Kota Bekasi - Disdukcapil melakukan jemput bola pengurusan dokumen bagi warga terdampak kebakaran SPBE Cimuning.
Disdukcapil melakukan jemput bola pengurusan dokumen bagi warga terdampak kebakaran SPBE Cimuning. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Di tengah kepulan duka yang belum sepenuhnya hilang di Cimuning, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi bergerak cepat.

Menyadari banyak warga yang kehilangan harta benda—termasuk dokumen negara—akibat ledakan dahsyat SPBE pekan lalu, sebuah posko layanan khusus resmi dibuka di lokasi terdampak.

Langkah ini menjadi oase bagi para penyintas yang kini harus mulai menyusun kembali kepingan hidup mereka dari nol, dimulai dari urusan administrasi kependudukan.

Identifikasi Canggih: Solusi Bagi Dokumen yang Jadi Abu

Masalah utama pasca-kebakaran hebat adalah hilangnya fisik dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga akta-akta penting. Namun, warga tidak perlu khawatir jika tidak memiliki fotokopi atau sisa dokumen sama sekali.

Operator Dukcapil Kota Bekasi, Andi, mengungkapkan bahwa pihaknya membawa teknologi pemindai iris mata ke lapangan.

Baca Juga: Data Terbaru Ledakan SPBE Cimuning: 22 Korban Luka, 47 KK Terdampak

Alat ini mampu mengenali identitas warga hanya melalui biometrik mata, sehingga dokumen baru bisa langsung dicetak tanpa proses yang berbelit.

“Karena banyak yang datanya sudah hilang terbakar, kita bawa alat cek iris mata. Jadi walaupun tidak punya data sama sekali, tetap bisa kita cek dan terbitkan kembali,” ungkap Andi, Rabu (8/4/2026).

18 Kepala Keluarga Sudah Terlayani

Layanan yang berlangsung selama dua hari ini mendapat respons positif dari warga. Tercatat pada hari pertama saja, sudah ada 18 Kepala Keluarga (KK) yang mengurus pembaruan dokumen mereka, mulai dari KTP-el, KIA, hingga akta kelahiran dan kematian.

Meskipun pada hari kedua jumlah pemohon mulai melandai, Andi memastikan petugas akan tetap bersiaga hingga seluruh kebutuhan administrasi warga terdampak terpenuhi secara tuntas.

“Alhamdulillah kemarin ramai. Hari ini sudah mulai agak sepi, tapi tetap kita layani sampai tuntas. Kami tidak ada target jumlah, yang penting semua yang terdampak terlayani,” tegasnya.

Pintu Masuk Akses Bantuan

Pemulihan dokumen kependudukan ini merupakan langkah krusial. Tanpa KTP atau KK yang aktif, warga akan kesulitan mengakses bantuan sosial, klaim asuransi, hingga proses ganti rugi dari pihak manajemen SPBE maupun Pertamina.

Dengan hadirnya layanan jemput bola ini, diharapkan beban psikologis warga Cimuning sedikit berkurang, memberikan mereka legalitas hukum yang kuat untuk melangkah maju pasca-tragedi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *