Menjaga Integritas Menuju Porprov: Langkah KONI Kota Bekasi dalam Sistem Data Atlet Terpadu

Melalui keikutsertaan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan dan kepesertaan atlet di Bandung, Sabtu (11/4/2026), KONI Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh data atlet tersusun rapi, valid, dan bebas dari potensi sengketa.

Bandung - Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan dan kepesertaan atlet di Bandung, Sabtu (11/4/2026). Foto: Gobekasi.id.
Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan dan kepesertaan atlet di Bandung, Sabtu (11/4/2026). Foto: Gobekasi.id.

Bekasi/Bandung — Di balik gemerlap kompetisi olahraga, ada satu aspek krusial yang kerap luput dari perhatian publik: validitas data atlet. Hal inilah yang kini menjadi fokus utama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026.

Melalui keikutsertaan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan dan kepesertaan atlet di Bandung, Sabtu (11/4/2026), KONI Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh data atlet tersusun rapi, valid, dan bebas dari potensi sengketa.

Kepala Bidang Humas KONI Kota Bekasi, Lian Amigo, menyebut bahwa fase ini merupakan tahap krusial dalam perjalanan menuju Porprov, terlebih Kota Bekasi berstatus sebagai salah satu tuan rumah pada ajang yang akan digelar November 2026 mendatang.

“Setiap cabang olahraga yang memiliki catatan ketidakvalidan dokumen akan diverifikasi ulang. Tim humas akan turut membantu proses validasi agar tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Lian.

Dari Administrasi ke Prestasi

Langkah ini bukan sekadar urusan administratif. Dalam konteks olahraga modern, keabsahan data atlet menjadi fondasi utama bagi keadilan kompetisi. Kesalahan data, mulai dari identitas hingga status kependudukan, kerap memicu konflik antardaerah—bahkan berujung diskualifikasi.

Karena itu, Bimtek yang diikuti seluruh KONI kabupaten/kota se-Jawa Barat ini menjadi bagian dari upaya besar membangun sistem olahraga yang lebih transparan dan akuntabel.

Berita Bekasi Lainnya  Tutup Pleno Raker, Ketua KONI Pengin Cetak Atlet Berprestasi Murni Kota Bekasi

Lian menambahkan, Jawa Barat kini menjadi pilot project nasional dalam pengembangan sistem informasi olahraga berbasis data terintegrasi. Artinya, apa yang dilakukan hari ini akan menjadi rujukan bagi pelaksanaan event olahraga tingkat nasional ke depan.

Peringatan untuk Daerah Bermasalah

Di tengah upaya pembenahan sistem, Ketua Umum KONI Jawa Barat, M. Budiana, memberi perhatian khusus pada dinamika internal di sejumlah daerah seperti Kabupaten Bogor, Subang, dan Majalengka.

Ia secara tegas meminta konflik organisasi tidak merusak fondasi data atlet yang telah dibangun, termasuk melarang pergantian operator data.

“Mereka yang memegang data awal adalah yang paling memahami detail kepesertaan. Jangan sampai diganti, karena bisa menimbulkan kekacauan data,” tegas Budiana.

Pernyataan ini mencerminkan satu hal: stabilitas organisasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kesiapan teknis menuju Porprov.

Integrasi Disdukcapil: Menutup Celah Manipulasi

Terobosan terbesar datang dari Bidang Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KONI Jawa Barat yang mengintegrasikan sistem data atlet dengan database kependudukan nasional (Disdukcapil).

Dengan sistem ini, setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) atlet akan diverifikasi langsung, menutup peluang praktik manipulasi data atau penggunaan atlet “siluman”.

Data sementara menunjukkan dari 24.140 entri 22.987 NIK dinyatakan valid, 1.153 NIK tidak sesuai dan sekitar 17.000 atlet telah berstatus approved.

Berita Bekasi Lainnya  Ketua KONI Kota Bekasi Optimisi Rebut 3 Besar di Porprov Jabar

Kabid Pusdatin KONI Jabar, Yoga, menegaskan bahwa sistem ini akan menjadi standar baru di Indonesia, bahkan berpotensi diterapkan dalam Pekan Olahraga Nasional di masa mendatang.

“Semua data atlet dipastikan tercatat resmi di Disdukcapil. Ini akan mengakhiri persoalan data yang selama ini sering muncul,” jelasnya.

Waktu yang Kian Sempit

Meski sistem telah disiapkan, waktu menjadi tantangan berikutnya. Pusdatin masih membuka ruang perbaikan data hingga 15 April 2026. Setelah itu, tahapan akan berlanjut ke entry by number pada 1 Mei 2026 dan delegation registration meeting pada September.

Bagi KONI Kota Bekasi, momentum ini bukan hanya soal memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga memastikan tidak ada hambatan non-teknis yang mengganggu performa atlet saat bertanding nanti.

Dengan status sebagai tuan rumah, tekanan tentu lebih besar. Namun di sisi lain, kesiapan data yang matang justru bisa menjadi keunggulan tersendiri.

Antara Sistem dan Prestasi

Transformasi digital yang dilakukan KONI Jawa Barat menandai perubahan paradigma: prestasi olahraga tidak lagi hanya ditentukan di arena pertandingan, tetapi juga di balik layar—melalui sistem yang rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Kota Bekasi, langkah mengikuti Bimtek ini adalah bagian dari investasi jangka panjang. Sebab pada akhirnya, data yang valid bukan hanya soal angka, melainkan tentang memastikan bahwa setiap atlet yang bertanding benar-benar mewakili daerahnya secara sah.

Berita Bekasi Lainnya  KONI Kota Bakasi Lakukan Pengukuhan dan Pembekalan Kontigen Jelang Porprov XIV Jabar 2022

Dan di tengah ambisi meraih prestasi di Porprov 2026, satu hal menjadi jelas: kemenangan tidak hanya dimulai dari latihan, tetapi juga dari ketertiban data.

Inovasi berbasis IT ini diharapkan menjadi miniatur kesuksesan penyelenggaraan olahraga multievent yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga kolektivitas, integritas, dan soliditas olahraga di Tanah Pasundan.

(Advertorial)

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *