Kota Bekasi – Badai politik menerjang Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Bekasi. Mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC) secara terang-terangan menyatakan mosi tidak percaya dan menolak Surat Keputusan (SK) DPP PPP yang menunjuk Nawal Husni sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, menggantikan H. Sholihin.
Tidak main-main, sebanyak 12 Ketua PAC se-Kota Bekasi mengancam akan menanggalkan seragam partai jika keputusan tersebut tetap dipaksakan.
Keputusan DPP Dinilai Tabrak AD/ART
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Ketua PAC Bekasi Barat, Nasir. Ia menilai pencopotan H. Sholihin dari kursi ketua merupakan langkah prematur dan melanggar aturan internal partai. Secara konstitusi partai, masa jabatan Sholihin baru akan berakhir pada November 2026 mendatang.
“Kami semua dari PAC sudah sepakat dan menandatangani bahwa kami akan memberikan solusi (sikap). Apabila Plt itu diberlakukan, kami tegas akan mengundurkan diri,” ujar Nasir usai musyawarah di Bekasi, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: Tim Heri-Sholihin Minta Pendukung Fokus Pengamanan Suara dan Jaga Kondusivitas
Soroti Kejanggalan Tanda Tangan SK
Selain masalah masa jabatan, Nasir membeberkan adanya kejanggalan administratif dalam dokumen SK yang diterbitkan DPP. Ia mempertanyakan mengapa surat tersebut tidak ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, melainkan oleh Wakil Sekjen.
“Kami tetap mengacu pada Undang-Undang tentang Pemilu, bahwa surat Plt seharusnya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen. Kenapa Sekjen DPP tidak mau menandatangani? Selain itu, tidak ada musyawarah sama sekali dengan DPC Kota Bekasi,” ungkapnya dengan nada heran.
Siapkan Gugatan ke Pengadilan
Perlawanan para kader di tingkat akar rumput ini dipastikan akan berlanjut ke ranah hukum. Nasir menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran DPC Kota Bekasi tengah menyiapkan materi gugatan untuk membatalkan SK tersebut melalui jalur pengadilan.
“Kami akan tetap melakukan gugatan ke pengadilan. Harapan kami, SK tersebut dicabut karena kami malu. Teman-teman semua sudah sepakat,” tambahnya.
Ancaman Lumpuhnya Konsolidasi
Konflik ini diprediksi akan melumpuhkan mesin partai di Kota Bekasi jika aspirasi arus bawah diabaikan. Pasalnya, PAC merupakan ujung tombak konsolidasi partai di tingkat kecamatan. Jika 12 PAC serentak mundur, PPP Kota Bekasi terancam kehilangan basis massanya di tengah persiapan agenda politik ke depan.
“Harapannya PPP tetap menjaga konsolidasi dan persaudaraan. Tapi jika DPP bersikeras, kami tetap mundur dari kepengurusan PAC di 12 kecamatan,” pungkas Nasir.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













