Bekasi  

Salah Alamat! Curhat ke Kang Dedi Mulyadi, Kepsek di Bekasi Ternyata ‘Tagih’ Janji Mantan Bupati

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, KDM membagikan momen pertemuan tersebut dengan bumbu candaan yang memancing tawa netizen.

Kabupaten Bekasi - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepsek SDN 07 Bahagia, Kabupaten Bekasi. Foto: Tangkapan layar Instagram @kangdedimulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepsek SDN 07 Bahagia, Kabupaten Bekasi. Foto: Tangkapan layar Instagram @kangdedimulyadi

Bekasi – Ada kejadian unik sekaligus mengharukan di kediaman Dedi Mulyadi (KDM), Lembur Pakuan, Subang. Seorang Ibu Kepala Sekolah (Kepsek) asal Bekasi jauh-jauh datang untuk meluapkan kekesalannya, namun ternyata aspirasi yang dibawanya “salah alamat”.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, KDM membagikan momen pertemuan tersebut dengan bumbu candaan yang memancing tawa netizen.

Berharap Calon Istri, Malah Didatangi Kepsek Marah

Dalam takarir (caption) unggahannya, KDM berseloroh bahwa dirinya sedang menantikan kehadiran sosok calon istri. Namun, bukannya pendamping hidup yang datang, ia justru dihadapkan pada seorang Ibu Kepsek yang sudah 13 kali bolak-balik ke kediamannya.

“Berharap didatangi calon istri, yang datang malah Ibu Kepsek. Siap ibu, insya Allah semua selesai segera. Hatur nuhun,” tulis KDM.

Sebelumnya, sang Ibu Kepsek sempat viral karena mengunggah video kekesalannya. Ia mengaku sudah belasan kali datang ke Lembur Pakuan namun selalu gagal bertemu KDM.

“Ini yang ketigabelas kalinya saya ada di Lembur Pakuan… malah saya ditinggalin, jauh-jauh,” ujar sang Ibu Kepsek dalam videonya.

Duduk Perkara: Talangi Biaya Sekolah Rp115 Juta

Setelah bertemu langsung, terungkap bahwa Ibu Kepsek tersebut sedang memperjuangkan nasibnya. Ia merupakan kepala sekolah di SD Bahagia 07, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Diplomasi “Tangan Dingin”: Tri Adhianto Minta KDM Bereskan Benang Kusut Aset Kota & Kabupaten Bekasi

Persoalan muncul ketika sekolah tersebut masih berstatus baru dan belum terdaftar di Dapodik serta belum memiliki SK Dinas Pendidikan. Akibatnya, biaya operasional kelas 1 dan 2 tidak tercover anggaran pemerintah.

Demi kelangsungan belajar mengajar, sang Ibu Kepsek rela merogoh kocek pribadi hingga Rp115 juta.

Sayangnya, perjuangannya menagih ganti rugi selama 10 tahun terakhir ke pihak terkait, termasuk pengelola dana BOS, tidak kunjung membuahkan hasil.

KDM: Harusnya Marah ke Mantan Bupati Bekasi

Mendengar cerita tersebut, KDM sempat meluruskan bahwa secara administratif, urusan tersebut bukan berada di bawah wewenangnya.

“Cuma salah alamat marahnya, harusnya marahnya sama Mantan Bupati Bekasi,” ujar KDM.

Meski dinilai salah sasaran, KDM yang dikenal peduli pada urusan kemanusiaan ini tetap menyatakan kesediaannya untuk membantu. Ia berjanji akan mengaudit dan menghitung kerugian yang dialami sang Ibu Kepsek untuk segera diselesaikan.

Mendengar komitmen tersebut, sang Ibu Kepsek tak kuasa menahan rasa syukur. Terlebih, uang tersebut sangat ia butuhkan untuk membiayai anaknya yang berkebutuhan khusus serta biaya kuliah anaknya yang lain.

“Terima kasih Pak KDM atas hadiah yang luar biasa buat saya, penantian bertahun-tahun, sampai 10 tahun Pak, alhamdulillah hari ini sudah terbuka,” ucapnya haru.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *