Bekasi — Sebanyak lebih dari 100 petani yang tergabung dalam massa Petani Wilayah Bekasi Utara menggelar aksi demonstrasi ke kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (27/7/2026).
Aksi ini menuntut penanganan darurat prasarana irigasi guna menyelamatkan sekitar 2.000 hektar lahan pertanian yang terancam kekeringan menjelang musim tanam kedua.
Sekretaris Petani Penggerak Gotong Royong Bekasi Wilayah Utara (PGR), Muhamad Fauzi, membeberkan bahwa ancaman kekeringan di Kecamatan Pebayuran bukan dipicu oleh minimnya pasokan air dari hulu, melainkan buruknya infrastruktur penyalur.
“Hulu Sungai BKG, yaitu BTB 13, justru banyak airnya. Yang kami butuhkan adalah perbaikan saluran distribusi agar air bisa mengalir optimal ke lahan petani,” tegas Fauzi.
Ia memaparkan, jalur krusial sepanjang 9 kilometer mengalami kerusakan parah—khususnya pada pintu air BKG 16 hingga BKG 25.
Selain kendala teknis pintu air BKG 5–6 yang tak berfungsi, terdapat pula ancaman keretakan tanggul kritis, sedimentasi parah, hingga tumpukan sampah yang menyumbat aliran.
Dua area paling terdampak meliputi Desa Karangharja (luas 9,71 km²) dan Desa Karangsegar (luas 9,74 km²).
Fauzi menegaskan tuntutan ini dilandasi oleh kewajiban konstitusi, termasuk UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, di mana alokasi air irigasi rakyat wajib diprioritaskan di atas kebutuhan lainnya.
Tak berselang lama aksi dengan tuntutan, para petani diterima untuk beraudensi langsung dengan Plt. Bupati Bekasi, Camat Pebayuran, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Perum Jasa Tirta II (PJT II), Dinas Pertanian, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), BPBD, serta Satpol PP.
Menanggapi keluhan para petani, Plt. Bupati Bekasi menegaskan komitmen Pemkab Bekasi dalam mendukung pemenuhan pasokan air irigasi sekaligus menjalankan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi.
“Sebagaimana diinstruksikan Presiden, rehabilitasi jaringan irigasi adalah prioritas nasional. Kita akan kerja sama dengan BBWS Citarum dan semua pihak terkait untuk mempercepat perbaikan. Alat berat akan kita siapkan, dan kita prioritaskan untuk Sungai BKG,” ujar Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Sebagai tindak lanjut konkret, tim gabungan dari Pemkab Bekasi, BBWS Citarum, instansi teknis, serta perwakilan petani dijadwalkan turun langsung menggelar survei pemetaan lapangan.
Pihaknya juga mengimbau semua lini untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang atau efek fenomena El Niño agar ancaman gagal panen pada musim tanam kedua dapat dicegah.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













