Bekasi — Peristiwa kebakaran yang melanda wilayah Bekasi sebanyak tiga kali secara berturut-turut dalam kurun dua hari terakhir mendapat perhatian serius dari ahli tata kota.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mendesak pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh untuk mendalami penyebab beruntun insiden tersebut.
“Kalau di Bekasi sampai dua hari berturut-turut, perlu dipertegas apa penyebabnya. Ada kemungkinan panas memengaruhi benda-benda yang sangat sensitif terhadap kenaikan suhu udara,” ujar Yayat, Selasa (18/8/2026).
Efek Cuaca Ekstrem dan Suhu Udara
Yayat menjelaskan bahwa fenomena musim kemarau serta lonjakan suhu udara ekstrem memang secara signifikan meningkatkan risiko munculnya titik api. Kendati demikian, rentetan insiden kebakaran dalam waktu singkat mengindikasikan adanya faktor kerentanan internal pada tata kelola bangunan dan kawasan.
Ia menekankan pentingnya penelusuran lebih mendalam terhadap kondisi kelayakan fisik bangunan, pola penyimpanan barang, kelayakan instalasi listrik, hingga keandalan sistem proteksi kebakaran di lokasi kejadian.
“Panas dan kenaikan suhu udara sangat berpengaruh. Karena itu, dalam pemanfaatan bangunan dan lahannya perlu diperhatikan aspek keselamatan, terutama ketika Bekasi sedang panas,” tegasnya.
Urgensi Evaluasi Sistem Pengamanan Bangunan
Maraknya musibah kebakaran di kawasan perkotaan padat seperti Bekasi menuntut pembenahan standar keselamatan.
Yayat mendorong pemilik bangunan maupun pengelola gudang dan pangkalan untuk memperketat pengawasan terhadap material yang mudah terbakar serta rutin melakukan audit kelistrikan selama cuaca panas ekstrem berlangsung.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













