Bekasi  

Kali Bekasi Tercemar Limbah Berulang, Wali Kota Bekasi Desak KLH Jangan Cuma Tindak 4 Perusahaan

Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat melakukan sidak PKL di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Sabtu (22/8/2026) malam. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat melakukan sidak PKL di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Sabtu (22/8/2026) malam. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan apresiasi atas langkah tegas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menyegel empat perusahaan jasa laundry di Kabupaten Bogor.

Perusahaan tersebut diduga membuang limbah berbahaya ke aliran sungai yang bermuara di Kali Bekasi.

Kendati demikian, Tri menegaskan bahwa penindakan empat perusahaan itu belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.

“Ya, jadi saya kira KLH sudah cukup bergerak cepat ya. Kemarin sudah ada beberapa perusahaan laundry yang ada di Kabupaten Bogor itu yang kemudian diberikan sanksi dan ditutup,” kata Tri saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).

Pihaknya meminta KLH memperluas jangkauan penindakan ke pabrik-pabrik lain di sepanjang bantaran sungai.

“Saya kira ini tentu harus tidak berhenti di situ. Tentu indikasinya tentu masih banyak pabrik-pabrik yang sepanjang di Kali Bekasi yang melakukan pelanggaran. Jadi tentu harus ada satu kerja sama antar-lintas kepala daerah,” ujarnya.

Penyegelan 4 Usaha Laundry oleh KLH

Penindakan oleh KLH berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, setelah melalui tahapan pemantauan intensif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa keempat usaha laundry di Bogor tersebut terbukti berpotensi mencemari air.

“18 Agustus 2026 penyegelan terhadap empat perusahaan jasa laundry atau bagian dari kegiatan industri tekstil semuanya di wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki potensi pencemaran air,” kata Kiswatiningsih, Kamis (20/8/2026).

Sebelum penyegelan, tim pengawas melakukan pengambilan sampel air limbah pada 12–15 Agustus 2026 di hulu hingga hilir Sungai Cileungsi.

Hasil uji laboratorium atas sampel outfall limbah tersebut menjadi dasar utama tindakan penyegelan.

Kondisi Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa

Di tengah penindakan hukum tersebut, kondisi Kali Bekasi dilaporkan kembali memprihatinkan.

Pada Kamis (20/8/2026) pagi, permukaan air di sekitar Bendung Bekasi, Bekasi Timur, terlihat berwarna hitam pekat, berbusa, serta menimbulkan bau menyengat.

Kondisi serupa juga terpantau di sekitar Jembatan Kemang Pratama, Bekasi Selatan. Fenomena berulang ini sebelumnya juga sempat terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026.

DLH Kota Bekasi telah melaporkan temuan lapangan terbaru ini kepada KLH agar sumber pencemaran di hulu sungai segera ditindak secara permanen.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *