Bekasi — Fenomena pencemaran lingkungan ekstrem kembali membayangi ekosistem Kali Bekasi. Ribuan bangkai ikan jenis sapu-sapu ditemukan mati massal dan mengambang memenuhi permukaan air di kawasan Kampung Poncol, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan laporan warga setempat di sepanjang bantaran sungai, timbunan bangkai ikan tersebut mulai membusuk hingga memicu aroma bau bangkai yang sangat menyengat (semerbak). Kondisi ini dinilai amat mengganggu kenyamanan dan mengancam kesehatan masyarakat pemukiman sekitar.
Indikasi Penurunan Kualitas Air Drastis
Kematian massal ikan sapu-sapu—biota air yang dikenal memiliki daya tahan tubuh sangat tinggi terhadap lingkungan tercemar—menjadi indikator kuat terjadinya penurunan kualitas air secara drastis di aliran Kali Bekasi.
Secara teknis lingkungan, peristiwa kematian biota air secara mendadak ini umumnya dipicu oleh dua faktor utama:
Pembuangan Limbah Industri/Domestik Ekstrem: Akumulasi pembuangan limbah beracun (B3) atau zat kimia berbahaya dari area hulu sungai yang menguras kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) secara mendadak.
Fenomena Upwelling / Flipping Air: Perubahan cuaca ekstrem atau lonjakan debit air yang mengaduk endapan lumpur beracun di dasar sungai ke permukaan, memicu pembalikan massa air yang mengoles sisa oksigen bagi biota air.
Warga Desak DLH Kota Bekasi Uji Sampel Air
Atas insiden ini, warga Kampung Poncol Jakasetia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi beserta instansi penegak hukum lingkungan untuk segera turun ke lokasi melakukan pengambilan sampel air laboratorium.
Masyarakat juga meminta pihak berwenang menyisir potensi pembuangan limbah ilegal oleh oknum korporasi atau industri di sepanjang koridor aliran Kali Bekasi guna pengenaan sanksi tegas.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












