Kota Bekasi — Struktur ekonomi Kota Bekasi tampaknya belum bergeser dari dominasi sektor perdagangan dan jasa. Hingga triwulan III 2025, sektor tersebut masih menjadi penyumbang terbesar dalam aliran modal yang masuk ke daerah ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyebut realisasi investasi saat ini telah mencapai Rp9,5 triliun dari target Rp14,6 triliun sepanjang tahun berjalan.
“Sampai dengan triwulan III sudah mencapai Rp9.508.805.378.988,” kata Priadi, Rabu (3/12/2025).
Capaian triwulan IV bakal diumumkan awal tahun depan. Namun pemerintah daerah optimistis dapat terus menggenjot kontribusi investor, salah satunya melalui penertiban pelaporan penanaman modal yang selama ini kerap menjadi hambatan administrasi.
“Kami terus melakukan sosialisasi agar seluruh pelaku usaha patuh terhadap laporan kegiatan penanaman modal,” ujar Priadi.
Selain meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, pemerintah juga memperkuat kualitas layanan perizinan demi menjaga minat investor tetap stabil.
Sektor perdagangan dan jasa masih mendominasi, tetapi peluang baru mulai terlihat dari sektor telekomunikasi seiring percepatan transformasi digital di perkotaan.
“Sektor perdagangan dan jasa masih favorit di Kota Bekasi. Kedua, telekomunikasi pada sektor digitalisasi,” katanya.
Tren tersebut menegaskan kembali identitas Kota Bekasi sebagai kota berbasis jasa, sekaligus menjadi pekerjaan rumah agar ekspansi penanaman modal dapat merambah sektor lain yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












