Kota Bekasi – Dinamika di tubuh Partai Amanat Nasional Kota Bekasi mengental. Menjelang Musyawarah Daerah pada 6 Desember 2025, perebutan kursi ketua DPD memasuki babak krusial.
Empat nama kini berada di ruang gelap penilaian Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jawa Barat—tahap yang menjadi gerbang utama menuju tampuk komando.
Empat figur yang diuji tersebut adalah Fathur Rahman F. Duata, Abdul Muin Hafiez, Evi Mafriningsianti, dan Ahmad Rivai. Mereka dipanggil untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan—prosedur yang belakangan menjadi mekanisme kunci DPW dalam menyaring kepemimpinan daerah.
“Mereka menjalani fit and proper test, nanti DPW akan menyampaikan hasilnya ke DPP,” kata Afrizal, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Kota Bekasi, Kamis (4/12/2025).
Belum berhenti di situ. Satu anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN kabarnya turut dipanggil DPW. Namun, keterlibatan wakil rakyat ini masih diselimuti kerahasiaan—seolah ada agenda yang belum waktunya diumumkan.
Peta Persaingan yang Mengkerut
Pada tahap pendaftaran formatur, ada 17 nama yang masuk. Namun proses internal telah menyeleksi mereka menjadi hanya segelintir kandidat yang dinilai memiliki napas politik kuat untuk menahkodai PAN di Kota Bekasi.
DPP kini memegang kendali penuh. Dalam tradisi PAN, DPP punya hak prerogatif menunjuk formatur tunggal—seorang ketua dengan kekuasaan merakit kepengurusan di bawahnya.
“Semua bergantung pada keputusan DPP, bisa saja, DPP meminta untuk nama-nama yang sudah menjalani fit and proper test menjadi formatur DPD dan ditambah satu utusan dari DPW,” ujar Afrizal.
Di balik pernyataannya, terbaca jelas pesan disiplin organisasi: keputusan pusat bersifat final, meski kompetisi di panggung belakang berlangsung intens.
Mesin Partai Mulai Panas, Menunggu Kejutan Musda
Manuver demi manuver sudah dimulai. Para kandidat mulai merapat ke jaringan lama, menyiapkan dukungan internal, dan menjalin komunikasi politik yang tak semuanya terlihat publik.
Afrizal menyebut gelombang pendaftaran yang besar sebagai sinyal sehatnya dinamika politik PAN di Kota Bekasi.
“Saya apresiasi kader yang berani mendaftar yang sudah mengobarkan tenaga, pikiran dan finansial serta konsolidasi mulai dari ranting sampai DPD,” katanya.
Afrizal pun mengajak agar semua pihak menerima keputusan akhir yang diputuskan struktur lebih tinggi.
“Yang terpenting, setelah keputusan keluar, semua kader harus satu barisan,” kata dia.
Empat nama sudah berada di ruang penilaian elit partai. Namun di internal PAN, peta kekuatan kerap berubah pada detik-detik terakhir. Loyalitas, kedekatan politik, dan dukungan DPW hingga DPP dapat menjadi kartu truf.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












