Bekasi  

Usai Nonton Live Musik, Wanita Ini jadi Korban Pecah Kaca

Kaca jendela bagian penumpang kiri terlihat retak dan berlubang dengan serpihan kaca berserakan di jok.

Kota Bekasi - Kondisi mobil korban setelah menjadi korban pecah kaca usai menonton live musik di Kafe Interaksi Pekayon, Bekasi Selatan. Foto: Ist
Kondisi mobil korban setelah menjadi korban pecah kaca usai menonton live musik di Kafe Interaksi Pekayon, Bekasi Selatan. Foto: Ist

Kota Bekasi – AD (32), wanita yang baru pulang kerja dan ingin melepas penat dengan menonton konser live musik di sebuah kafe interaksi di kawasan Pekayon, malam itu berubah menjadi ujian kesabaran.

Sekitar pukul 20.30 WIB, AD dan tiga kawannya tiba dari Cikarang. Karena halaman parkir kafe penuh, ia memutuskan memarkir mobilnya di dekat Toko Baja Galaxy, tak jauh dari venue konser—sekitar 20 meter.

“Dari setengah sembilan sampai setengah 12. Tahunya pas sudah di dalam mobil, ternyata jendelanya bolong,” tutur AD keesokan harinya.

Kaca jendela bagian penumpang kiri terlihat retak dan berlubang dengan serpihan kaca berserakan di jok.

Di kursi itu sebelumnya tergeletak tas berisi laptop kantor dan dompet berisi kartu-kartu penting. Semuanya melayang. AD menaksir kerugian mencapai Rp5 hingga Rp10 juta, termasuk biaya perbaikan kaca mobil.

Refleks pertama korban bukan melapor, melainkan mengamankan data. Ia langsung menghubungi bank untuk memblokir kartu-kartu sebelum jatuh ke tangan pelaku.

Saat hendak mencari kantor polisi terdekat, AD justru berpapasan dengan patroli kepolisian. Mereka kemudian kembali ke lokasi untuk melakukan reka kejadian singkat.

Beberapa jam setelah kejadian, secercah kabar datang dari arah yang tak terduga. Seorang pedagang cilok menemukan dompet milik AD dan menyerahkannya ke petugas. Dompet itu akhirnya kembali ke tangan korban—meski tidak lengkap.

“Kartu-kartunya banyak yang hilang. Tas dan laptopnya sampai sekarang belum ditemukan,” ujar AD.

Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Dedi Herdiana membenarkan adanya laporan pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut.

“Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Korban kehilangan satu unit laptop merek Lenovo warna biru dongker,” kata Dedi, Jumat (16/1/2026).

Menurut dia, peristiwa itu diketahui ketika korban hendak pulang dan kembali ke lokasi parkir. Teman korban, berinisial Y, lebih dulu melihat kaca mobil pecah. Tas berisi laptop raib. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan setelah laporan resmi dibuat.

Modus pecah kaca mobil bukan cerita baru di Bekasi. Kasus semacam ini kerap memanfaatkan kelengahan parkir di tempat minim pengawasan, terutama di dekat pusat kuliner, hiburan, dan spot nongkrong yang marak tumbuh di Bekasi Selatan belakangan ini.

Di beberapa kasus serupa, sindikat bekerja cepat. Sasaran utama bukan mobil, melainkan benda kecil namun bernilai tinggi—laptop, kamera, atau tas yang ditinggal di jok.

Pelaku memerlukan tak lebih dari beberapa detik untuk memecahkan kaca dan menarik barang. Perburuan mereka semakin mulus ketika area parkir tidak dijaga.

Meski belum dapat memastikan pelakunya, polisi mengakui kawasan tersebut rawan. Patroli intensif baru dilakukan ketika jam malam, sedangkan aktivitas di kafe baru memuncak setelah pukul 21.00.

Di tengah upaya warga menghidupkan kembali ruang hiburan, problem keamanan menjadi catatan penting. Parkir minim pengawasan menjadikan konsumen rentan. Pada kasus AD, pertanyaannya bahkan lebih sederhana: siapa yang bertanggung jawab ketika hiburan selesai dan risiko kriminal mengambil alih?

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *