Bekasi  

BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas, Bibit Siklon 91S Berpotensi Menguat dalam 72 Jam

Kota Bekasi - Petugas BPBD Kota Bekasi meninjau banjir di Jalan Rawabakti RT 01 RW 03, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Jumat (23/1/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Petugas BPBD Kota Bekasi meninjau banjir di Jalan Rawabakti RT 01 RW 03, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Jumat (23/1/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan aktivitas cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan lebat tercatat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di kawasan selatan.

Data BMKG menunjukkan curah hujan tertinggi terukur di Nusa Tenggara Barat sebesar 83,8 mm per hari, disusul Maluku 70,4 mm per hari, Sulawesi Selatan 63,4 mm per hari, Bali 61,5 mm per hari, Banten 60,2 mm per hari, Jawa Barat 54,8 mm per hari, dan Sulawesi Barat 50,1 mm per hari.

BMKG menyebut aktivitas cuaca signifikan tersebut dipicu kombinasi dinamika atmosfer skala regional, termasuk keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.

“Kombinasi ini memicu konvergensi angin luas di sepanjang Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Maluku bagian selatan,” kata pernyataan resmi BMKG.

Bibit Siklon 91S Menguat

Dua bibit siklon tropis turut mengintervensi sistem cuaca di selatan Indonesia. Bibit 91S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Sumbawa dengan tekanan minimum 1004 hPa dan kecepatan angin maksimum 30 knot.

BMKG memperkirakan sistem ini berpotensi tinggi menjadi siklon tropis dalam 48–72 jam ke depan.

Bibit siklon tersebut memicu angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, serta menyebabkan konfluensi dan konvergensi angin di perairan selatan Jawa dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Bibit 92P berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan minimum 1008 hPa dan kecepatan angin 15 knot. Potensi sistem ini berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam tergolong rendah.
Meski demikian, bibit tersebut meningkatkan kecepatan angin di Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian selatan hingga Papua selatan.

Pengaruh Monsun Asia dan Cold Surge

BMKG mencatat aktifnya Monsun Asia yang membawa udara lembap dari Laut Cina Selatan, diperkuat seruakan dingin (cold surge) dari Siberia yang melintasi ekuator dengan indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini mempercepat transportasi massa udara lembap dari utara menuju selatan Indonesia, memicu pertumbuhan awan hujan di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

ENSO Negatif dan Gelombang Atmosfer

Pada skala global, fenomena ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah dengan Southern Oscillation Index positif, mendukung suplai uap air tambahan terutama ke wilayah Indonesia timur.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di kawasan selatan Indonesia, bersamaan dengan gelombang Rossby di Samudra Hindia barat Sumatera dan gelombang Kelvin di Sumatera, Selat Malaka hingga Bengkalis. Kombinasi gelombang ini meningkatkan aktivitas konvektif dan hujan.

Prospek Sepekan: Ancaman Cuaca Ekstrem

BMKG memproyeksikan cuaca ekstrem masih berlangsung dalam sepekan ke depan. Pada periode 23–25 Januari 2026, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku hingga Papua.

Banten dan DKI Jakarta masuk kategori Awas dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, sementara Lampung, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT berada dalam status Siaga.

Pada periode 26–29 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat meluas ke Aceh, Sumatera, Jawa, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Banten, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB dan Papua Pegunungan kembali masuk level Siaga untuk hujan lebat.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, genangan hingga longsor, terutama di wilayah selatan Indonesia.

Imbauan dan Layanan Cuaca

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan mewaspadai perjalanan darat, laut maupun udara. Informasi prakiraan dan peringatan dini dapat diakses melalui situs resmi, aplikasi InfoBMKG hingga kanal sosial media @infoBMKG.

Sementara untuk jalur transportasi, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang terintegrasi secara nasional untuk memantau kondisi cuaca sepanjang rute perjalanan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Zachra Mutiara Medina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *