Bekasi  

Ribuan Warga Sukawangi Mengungsi Akibat Banjir, Kebutuhan Dasar Belum Terpenuhi

Kabupaten Bekasi - Warga Sukawangi, Kabupaten Bekasi mengungsi usai rumahnya terendam banjir tiga hari, Sabtu (24/1/2026). Foto: Gobekasi.id.
Warga Sukawangi, Kabupaten Bekasi mengungsi usai rumahnya terendam banjir tiga hari, Sabtu (24/1/2026). Foto: Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi — Banjir yang melanda Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.

Sekitar 3.000 kepala keluarga (KK) dari Desa Sukamekar tercatat mengungsi ke sejumlah titik pengungsian akibat genangan air yang belum juga surut hingga Sabtu (24/1/2026).

Banjir terjadi sejak Kamis (22/1/2026), setelah Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) meluap.

Tinggi air di sejumlah titik mencapai dua meter dan merendam permukiman warga hingga tak lagi memungkinkan ditempati.

Warga terpaksa menyelamatkan diri ke lokasi-lokasi yang dinilai lebih aman seperti musala, masjid, kantor desa, gedung umum, hingga rumah warga lain yang tidak terdampak banjir.

Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengatakan jumlah pengungsi terus meningkat seiring belum adanya tanda-tanda surut.

“Per KK itu hampir ada 3.000 kepala keluarga yang mengungsi. Mereka tersebar di musala, masjid, kantor desa, rumah warga, dan gedung-gedung umum,” ujarnya.

Keterbatasan Bantuan dan Kelompok Rentan

Kondisi para pengungsi disebut mulai memprihatinkan. Sebagian besar berada dalam kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia.

Di tengah keterbatasan logistik, kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, susu bayi, popok, obat-obatan, serta perlengkapan lansia belum sepenuhnya terpenuhi.

“Banyak lansia, banyak bayi. Untuk saat ini yang paling dibutuhkan itu makanan siap saji atau makanan instan. Kebutuhan untuk bayi dan lansia masih sangat kurang,” kata Taufik.

Ia menambahkan bahwa distribusi bantuan belum merata karena titik pengungsian tersebar dan jumlahnya terus bertambah.

Hingga Sabtu siang, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran mengerahkan perahu karet untuk menjangkau rumah-rumah warga yang masih terendam.

“Saat ini dari pihak BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet,” ujar Taufik.

Banjir Kedua dalam Sepekan

Banjir kali ini merupakan banjir kedua dalam sepekan di wilayah tersebut dan disebut warga lebih parah dibanding sebelumnya.

Selain merendam permukiman, banjir juga memutus sejumlah akses jalan di wilayah selatan Sukawangi dan memperlambat proses distribusi bantuan.

Warga berharap adanya intervensi lebih cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menangani kebutuhan dasar pengungsi, sekaligus memastikan langkah jangka pendek agar banjir tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.

“Kami khawatir kondisi ini berlarut-larut karena air belum turun,” ujar salah satu warga yang mengungsi di kantor desa.

Belum ada keterangan resmi mengenai langkah teknis pengendalian banjir dari pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, status pengungsi masih berlangsung dan sebagian titik banjir belum menunjukkan penurunan signifikan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Zachra Mutiara Medina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *