Kota Bekasi — Misteri kematian NHW (33) yang jasadnya ditemukan membusuk di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jatiwaringin, Kota Bekasi, mulai terkuak. Polisi memastikan dua orang terduga pelaku telah ditangkap.
Keduanya disebut mengenal korban dalam waktu yang relatif singkat sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.
NHW diketahui bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), Jakarta Timur.
Status pekerjaan itu membuat kasus ini menyedot perhatian, terlebih karena korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di tempat tinggalnya sendiri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, dua pelaku berinisial A dan AA telah diringkus di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat.
“Kedua pelaku diketahui mengenal korban sekitar satu bulan terakhir,” kata Budi, dikutip Rabu (11/2/2026).
Perkenalan Singkat, Motif Didalami
Hubungan antara korban dan pelaku yang baru terjalin sekitar sebulan terakhir kini menjadi fokus penyelidikan. Polisi belum membeberkan secara rinci bagaimana mereka berkenalan dan intensitas komunikasi di antara ketiganya.
Menurut Budi, penyidik masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Namun, fakta awal menunjukkan adanya dugaan perampasan barang milik korban.
“Sementara ini, diketahui bahwa pelaku turut mengambil beberapa barang milik korban. Untuk motif masih didalami oleh penyidik dan akan disampaikan setelah pengumpulan fakta lengkap,” ujarnya.
Keterangan ini membuka kemungkinan motif ekonomi, meski aparat belum menyimpulkan secara resmi. Polisi juga belum menjelaskan apakah terdapat unsur perencanaan atau tindak kekerasan spontan yang berujung fatal.
Terungkap dari Kecurigaan Rekan Kerja
Kasus ini terungkap bukan dari laporan keluarga, melainkan dari kecurigaan rekan kerja korban. SR, salah satu kolega NHW, merasa ada yang janggal karena korban tidak masuk kerja selama beberapa hari dan sulit dihubungi.
“Rekan kerja korban curiga karena sejak Senin seharusnya korban masuk kerja, namun tidak ada kabar dan tidak dapat dihubungi,” kata Budi.
Kekhawatiran itu mendorong SR mendatangi kontrakan korban di Jatiwaringin. Namun setibanya di lokasi, pintu rumah dalam keadaan terkunci. Ia kemudian menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci serep.
Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Saat dibuka pintu kontrakan didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang berselimut dan kondisi tubuh menghitam,” ujar Budi.
Kondisi tubuh yang telah menghitam mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Polisi belum menyampaikan secara terbuka hasil autopsi maupun dugaan waktu pasti kematian.
Pengembangan Penyidikan
Penangkapan dua pelaku di dua kota berbeda menunjukkan adanya upaya melarikan diri setelah kejadian. Aparat kini mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Kasus ini menambah daftar tindak pidana pembunuhan yang berawal dari relasi personal yang relatif singkat. Polisi memastikan proses penyidikan masih berjalan dan akan mengungkap motif secara utuh setelah rangkaian pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti rampung.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” kata Budi.
Bagi keluarga dan rekan kerja korban, kejelasan motif dan proses hukum terhadap pelaku menjadi harapan berikutnya, setelah misteri kematian NHW perlahan terkuak.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Adinda Fitria Yasmin)












