Bekasi  

Volume Kendaraan Diprediksi Naik 74%, Tol Trans Jawa Siagakan 101 Derek dan 60 Mobile Reader Hadapi Mudik 2026

Bekasi - Foto udara Tol Trans Jawa yang dikeola oleh Jasa Marga.
Foto udara Tol Trans Jawa yang dikeola oleh Jasa Marga.

Bekasi – Arus mudik Lebaran 1447 H/2026 diprediksi akan menjadi salah satu yang tersibuk dalam sejarah.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memproyeksikan lonjakan luar biasa pada Gerbang Tol Cikampek Utama, dengan estimasi mencapai 1.039.004 kendaraan yang akan mengalir ke arah Timur. Angka ini meroket tajam hingga 74,83% dibandingkan lalu lintas normal.

Menanggapi ledakan mobilitas tersebut, PT JTT resmi melakukan Kick Off Siaga Operasional guna memastikan infrastruktur tol tetap andal dan bebas hambatan.

Pasukan Darurat dan Armada Derek Siaga 24 Jam

Menyadari risiko gangguan di jalur bebas hambatan, JTT menyiagakan benteng operasional yang masif. Sebanyak 101 unit kendaraan derek telah disebar di titik-titik strategis sepanjang Trans Jawa untuk menangani kendaraan mogok atau kecelakaan secara cepat.

Selain armada fisik, kekuatan personel juga dipertebal. Sebanyak 574 personel on-call disiagakan untuk dikerahkan sewaktu-waktu jika terjadi kondisi darurat atau kemacetan parah yang memerlukan penanganan manual di lapangan.

Lawan Antrean: Tambahan Mobile Reader dan Titik Top-Up

Salah satu titik krusial kemacetan adalah Gerbang Tol (GT). Untuk mencegah antrean mengular, JTT telah menyiapkan strategi percepatan transaksi.

60 Unit Mobile Reader (MR): Petugas akan menjemput bola dengan melakukan pemindaian kartu langsung ke kendaraan saat antrean memanjang.

19 Titik Top-Up E-Toll: Tambahan layanan pengisian saldo uang elektronik disediakan bagi pemudik yang lupa mengecek saldo sebelum masuk tol.

Fasilitas Rest Area: Siapkan 2 Lokasi Fungsional Baru

Kenyamanan pemudik saat melepas lelah juga menjadi atensi. Sebanyak 40 rest area dipastikan siap beroperasi dengan fokus pada ketersediaan air bersih dan kebersihan toilet.

Menariknya, JTT juga menyiapkan 2 rest area fungsional tambahan untuk memecah kepadatan, yakni di KM 439 A (Ruas Tol Semarang–Solo) dan KM 444 B (Ruas Tol Semarang–Solo).

Direktur Utama PT JTT, Rudi Kurniadi, menekankan bahwa koordinasi solid dan respons cepat adalah harga mati.

“Seluruh tim operasional harus memastikan pelayanan optimal, terutama dalam pengawasan infrastruktur secara berkelanjutan agar perjalanan mudik masyarakat aman dan lancar,” tegas Rudi, Kamis (12/3/2026).

244 Tim Preservasi Jamin Jalan Mulus

Tak hanya soal layanan transaksi, aspek fisik jalan tol juga diperketat.

Sebanyak 244 tim preservasi disiagakan, mulai dari tim penambal lubang (patching), tim drainase untuk antisipasi banjir, hingga tim antisipasi longsoran.

Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak ada kendala infrastruktur yang menghambat perjalanan pemudik.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *