Bekasi – Kabar duka kembali menyelimuti proses penanganan pasca-kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban jiwa dilaporkan melonjak drastis menjadi 14 orang meninggal dunia.
“Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, Selasa (27/4/2026).
Peningkatan angka fatalitas ini terjadi seiring dengan tuntasnya proses evakuasi panjang selama lebih dari 8 jam di lokasi kejadian.
Selain korban jiwa, tercatat 84 orang mengalami luka-luka dan kini tersebar di sembilan rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi Timur untuk menjalani perawatan intensif.
Kondisi di dalam gerbong saat insiden terjadi pukul 20.52 WIB Senin malam digambarkan sangat mencekam. AB (34), salah satu korban yang mengalami luka di kepala dan lengan, menceritakan detik-detik saat maut hampir menjemputnya.
“Saya lagi duduk, tiba-tiba benturannya keras banget. Lampu langsung mati, orang-orang panik. Beruntung petugas dan sesama penumpang cepat bantu evakuasi,” tuturnya dari tempat tidur perawatan RSUD Kota Bekasi.
Rasa syok mendalam juga dirasakan SS (28). Ia mengaku masih gemetar jika mengingat kejadian tersebut.
“Semuanya terjadi begitu cepat, tapi saya bersyukur petugas segera membawa kami ke sini,” ungkapnya lirih.
Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat dengan membuka posko informasi di area RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid.
Posko ini menjadi tumpuan utama bagi keluarga yang hendak mencari informasi valid mengenai status kerabat mereka, guna mempercepat proses identifikasi yang masih berjalan.
Hingga Selasa siang, Stasiun Bekasi Timur masih ditutup total bagi pelayanan penumpang.
Penutupan ini diprediksi akan berlangsung hingga seluruh fisik gerbong yang hancur berhasil disingkirkan dan perbaikan rel oleh tim teknis PT KAI dinyatakan tuntas 100 persen.
Bagi warga Bekasi yang terdampak, otoritas terkait menyarankan penggunaan moda transportasi alternatif.
Pemerintah telah menyiagakan armada bus shuttle di titik-titik tertentu untuk memobilisasi calon penumpang menuju Stasiun Bekasi guna melanjutkan perjalanan.
Di lokasi kejadian kawasan Ampera, petugas gabungan masih terus melakukan sterilisasi jalur agar perjalanan kereta api lintas Cikarang-Jakarta bisa segera dipulihkan kembali.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












