Bekasi — Sebanyak 4.140 pelajar dari keluarga tidak mampu pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Bekasi, menerima kucuran dana bantuan pendidikan (beasiswa) di Lapangan Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.
Penyaluran bantuan masif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi melalui program unggulan “Bekasi Cerdas”.
Langkah ini diambil guna menjamin keberlangsungan sekolah generasi muda sekaligus memotong angka putus sekolah akibat himpitan ekonomi.
“Saya mengapresiasi muzakki, donor, serta seluruh pihak yang telah bersedia menyisihkan sebagian hartanya,” kata Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Rabu (24/6/2026).
Kolaborasi yang terjalin erat ini menjadi bukti sahih masih kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial vertikal-horizontal di bumi Swatantra Wibhawa Mukti.
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Aminnulloh, memaparkan secara rinci mengenai postur anggaran program jaring pengaman pendidikan kali ini.
Melalui program Bekasi Cerdas, pihak Baznas menyalurkan bantuan berupa biaya pendidikan tunai serta paket perlengkapan belajar penunjang sekolah kepada 4.140 pelajar, dengan total serapan anggaran menyentuh angka Rp2,76 miliar.
Seluruh dana jumbo tersebut bersumber murni dari himpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Dana ZIS tersebut sebagian besar terkumpul dari para aparatur sipil dan pekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, mulai dari klaster ASN, tenaga pendidik (guru), tenaga kesehatan, hingga berbagai unsur dinas sektoral lain yang secara rutin memotong penghasilannya melalui Baznas.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan semangat belajar para siswa serta membantu mewujudkan generasi Kabupaten Bekasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Aminnulloh.
Penyaluran bantuan pendidikan ini sengaja diposisikan sebagai menu utama dari rangkaian festival peringatan Tahun Baru Islam tingkat Kabupaten Bekasi.
Momentum pergantian tahun kalender Islam ini disepakati sebagai alarm pengingat bagi birokrasi dan warga untuk melakukan transformasi atau hijrah sosial ke arah yang lebih baik.
Pergantian tahun bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum sakral untuk memperkuat teologi keimanan, menaikkan kelas kepedulian sosial bagi kaum duafa, serta mempererat rajutan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Bekasi.
Sesuai dengan tema besar yang diusung, yakni “Bersatu dalam Dzikir, Khusyuk dalam Doa dan Bergerak dalam Kepedulian untuk Menjemput Keberkahan serta Mewujudkan Kabupaten Bekasi yang Bangkit, Maju dan Sejahtera”, pemda mengajak seluruh elemen masyarakat dan korporasi industri untuk memperkuat spiritualitas sekaligus solidaritas sosial di lapangan nyata.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













