Bekasi  

Matangkan Rencana Konstruksi, Pemkot dan DPRD Bekasi Satu Irama Urus Izin dan Akses Jalan PSEL

Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD saat membangun kesepakatan dengan manajemen Wangneng Environment di Huzhou, China, Senin (29/6/2026).
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD saat membangun kesepakatan dengan manajemen Wangneng Environment di Huzhou, China, Senin (29/6/2026).

Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi bersama jajaran DPRD Kota Bekasi bergerak cepat mengunci kesepakatan akhir dengan manajemen Wangneng Environment di Huzhou, China, Senin (29/6/2026). Pertemuan maraton ini membuahkan sejumlah langkah konkret guna mengakselerasi pembangunan fisik Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Forum teknis tingkat tinggi ini sengaja digelar untuk mengupas tuntas seluruh potensi hambatan, kebutuhan infrastruktur, hingga tantangan administrasi sebelum alat berat resmi diturunkan di lokasi proyek Sumur Batu awal Juli mendatang.

Dalam pembahasan tersebut, pihak Wangneng Environment menjabarkan sejumlah poin krusial yang memerlukan intervensi dan jaminan penuh dari pemerintah daerah.

Aspek-aspek tersebut meliputi kepastian kesiapan sisa lahan, pembukaan akses jalan utama menuju lokasi proyek, penyediaan utilitas listrik dan air pendukung, percepatan perizinan daerah, hingga kelancaran koordinasi lintas instansi.

Merespons permintaan dari investor asal negeri tirai bambu tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran kepala perangkat daerah terkait untuk bekerja secara simultan dan paralel demi menuntaskan kewenangan pemda.

“Kami ingin seluruh potensi hambatan diselesaikan bersih sebelum pembangunan fisik dimulai. Dengan begitu, ketika memasuki tahap konstruksi, semua pihak sudah memiliki kepastian mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Tri Adhianto, Senin (29/6/2026).

Pemerintah daerah akan fokus mengebut penyelesaian dokumen teknis, pembebasan akses jalan, dan percepatan izin vertikal.

Sementara itu, jajaran DPRD Kota Bekasi berkomitmen memberikan karpet merah lewat pengawalan regulasi kebijakan, fungsi penganggaran, serta pengawasan melekat agar proyek strategis ini berjalan tepat waktu.

“Kami memiliki visi yang sama, yaitu memastikan proyek ini berjalan tepat waktu dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, eksekutif (pemerintah) dan legislatif (DPRD) terus bergerak dalam satu irama,” imbuhnya.

Tri menambahkan, sikap responsif dan kepastian hukum yang ditunjukkan oleh jajaran birokrasi Kota Bekasi di Huzhou menjadi parameter penting dalam menjaga psikologis dan tingkat kepercayaan (trust) investor global terhadap iklim investasi di Kota Patriot.

Pemkot Bekasi berjanji akan melakukan evaluasi berkala secara ketat per minggu terhadap progres persiapan di lapangan agar rencana groundbreaking tidak bergeser dari garis waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Tugas kami adalah memastikan seluruh kewenangan pemerintah daerah dapat diselesaikan tepat waktu sehingga proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan. Semakin cepat tantangan dipetakan dan diselesaikan di China ini, semakin besar peluang proyek ini berjalan mulus sesuai target,” pungkas Tri optimis.

Melalui sinergi ketat antara pemerintah, parlemen daerah, mitra pelaksana, dan elemen masyarakat, proyek PSEL ini diharapkan menjadi akhir dari drama darurat sampah menahun di Bekasi, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *