Bekasi  

Tekan Pengangguran di Kawasan Industri Terbesar, Disnaker Kabupaten Bekasi Pasang Strategi “Tiga Pilar”

Bekasi - Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Ida Farida. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Ida Farida. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Sebagai rumah bagi kawasan industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memutar otak untuk mengikis angka pengangguran lokal.

Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemkab Bekasi memperkuat sinergi “tiga pilar”—pemerintah pusat/provinsi, dunia pendidikan, dan sektor swasta—guna mencetak Tenaga Kerja Lokal (TKL) terampil yang langsung terserap pasar kerja.

Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Ida Farida, menegaskan bahwa pola pelatihan kerja saat ini tidak lagi sekadar menggugurkan kewajiban anggaran, melainkan wajib berbasis pada kebutuhan nyata (industry-driven) sektor manufaktur.

“Arahan dari pemerintah pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperjuangkan agar masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh akses pelatihan yang lebih besar. Kami akan bersurat secara resmi agar tersedia kelas-kelas pelatihan yang diprioritaskan bagi warga Kabupaten Bekasi,” tegas Ida Farida, Rabu (22/7/2026).

Ida membeberkan, saat ini terdapat sekitar 130 jenis modul pelatihan yang digelar—mulai dari teknik pengelasan (welding), perpipaan (piping), kelistrikan industri, hingga otomatisasi.

Meski demikian, Ida tak menampik bahwa fasilitas peralatan praktik di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemda masih tertinggal dibanding percepatan teknologi pabrik-pabrik modern. Guna menyiasati keterbatasan fiskal daerah tersebut, Disnaker menggandeng korporasi lewat Nota Kesepahaman (MoU).

Lewat skema ini, perusahaan menyediakankan atau mengizinkan fasilitas mesin/laboratorium pabriknya dipakai untuk tempat latihan, sementara Pemkab Bekasi menyuplai calon tenaga kerja lokal yang sudah tersaring.

“Kami menyadari infrastruktur BLK yang dimiliki saat ini belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi industri. Namun, kami membangun kolaborasi dengan perusahaan agar fasilitas dapat dimanfaatkan maksimal dan hasil akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Ida.

Tak hanya menyasar industri konvensional, Disnaker Kabupaten Bekasi kini tengah mengusulkan rejuvenasi alat-alat BLK ke pemerintah pusat dan Pemprov Jabar agar mendukung sektor futuristik, seperti industri kendaraan listrik (Electric Vehicle) dan manufaktur canggih.

Di sisi lain, untuk menjembatani lulusan SMA/SMK/MAN hingga perguruan tinggi, Disnaker juga merangkul Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Jabar dan Bursa Kerja Khusus (BKK).

Pihaknya mendesak seluruh perusahaan di kawasan industri untuk rutin melaporkan formasi lowongan serta membuka keran Program Pemagangan Nasional bagi mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate.

“Pemerintah daerah menyiapkan SDM, kementerian mendukung pelatihannya, dan perusahaan menjadi mitra dalam proses penempatan. Harapan kami semakin banyak perusahaan yang membuka program pemagangan agar lebih banyak warga Bekasi terserap ke dunia kerja,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *