Bekasi —Pemkot Bekasi menjalin kerja sama strategis dengan TNI AD guna mengolah sampah TPA menjadi BBM lewat teknologi pirolisis. Langkah ini menyasar tumpukan sampah lama demi mendukung kemandirian energi nasional.
Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menandatangani perjanjian tersebut di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta.
Indonesia Menghadapi Kondisi Darurat Sampah
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyaksikan langsung prosesi penandatanganan ini.
Selanjutnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Bahkan, data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat angka 22,17 juta ton sampah belum mengantongi penanganan maksimal.
Guna mengatasi persoalan ini, pemerintah menerapkan inovasi teknologi pirolisis hasil riset BRIN dan Kemdiktisaintek. Melalui teknologi ini, petugas mengolah sampah lama di TPA menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi di mana sampah diubah jadi BBM. Dengan demikian, tumpukan sampah yang menggunung setinggi gedung 16 lantai seperti di Bantargebang akan diolah menjadi BBM,” terang Zulhas.
Dua Pendekatan Utama Pengolahan Sampah TPA
Selain itu, pemerintah membedakan dua pendekatan utama di TPA, yaitu:
PSEL: Mengolah sampah baru harian menjadi listrik.
Pirolisis: Mengolah gunungan sampah lama menjadi BBM.
Lima Strategi Pengolahan Sampah Nasional Tahun 2029
Di samping itu, guna mengelola estimasi 146.780 ton sampah harian pada tahun 2029, pemerintah menyiapkan lima strategi pengolahan:
Pengolahan Organik di Sumber: 12,4%
TPS-3R & Bank Sampah Induk: 19,8%
TPST Refuse Derived Fuel (RDF): 25,3%
Teknologi Pirolisis (BBM): 20,0%
Proyek PSEL (Listrik): 22,5%
“Sampah tidak lagi dianggap sebagai beban. Sebaliknya, sampah kini menjadi sumber energi menuju kemandirian nasional,” tegas Zulhas.
Wawali Bekasi Imbau Warga Memilah Sampah dari Rumah
Hasilnya, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyambut positif kolaborasi lintas instansi ini. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi canggih harus berjalan seiring dengan peran aktif masyarakat dari lingkup terkecil.
“Kolaborasi teknologi energi terbarukan ini sangat baik. Namun demikian, hal ini harus dibarengi dengan perubahan pola hidup masyarakat seperti pemilahan sampah rumah tangga,” tutur Harris Bobihoe.
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













