Bekasi — Perubahan menuju sektor industri yang lebih ramah lingkungan dinilai bukan sekadar tantangan global, melainkan momentum besar dalam membuka peluang lapangan pekerjaan baru yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa kesadaran dunia usaha terhadap isu lingkungan kini semakin meningkat, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga penerapan energi terbarukan di berbagai lini produksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri peringatan Hari Ozon Internasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026).
“Bagi Kemnaker, sangat sadar bahwa industri berubah. Kesadaran akan pentingnya masalah-masalah lingkungan semakin meningkat, perusahaan mengembangkan pendekatan berbasis sustainability, perusahaan juga dituntut untuk tahu dengan green energy-nya dari mana, sampahnya dikelola seperti apa,” ujar Yassierli di lokasi.
Transformasi Kompetensi Tenaga Kerja
Perubahan arah industri ini secara langsung menuntut pergeseran kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja. Salah satu bidang strategis yang menjadi sorotan utama adalah teknisi serta operator sistem pendingin (Refrigeration and Air Conditioning atau RAC) yang dituntut adaptif terhadap teknologi ramah ozon dan lingkungan.
Selain sektor tata udara, Kemenaker juga memperluas cakupan pelatihan vokasi pada bidang-bidang pendukung industri hijau lainnya, termasuk teknik pengelolaan dan pemilahan sampah.
Guna memastikan kesiapan tenaga kerja lokal, Kemenaker mengandalkan jaringan balai latihan kerja di berbagai daerah sebagai ujung tombak dalam memproduksi tenaga kerja hijau (green jobs). Para kepala balai diinstruksikan untuk terus memperbarui skema kompetensi dan memastikan ketersediaan instruktur yang mumpuni.
Siapkan Anggaran Pelatihan Rp 1,7 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Menaker membeberkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dukungan anggaran masif melalui instruksi presiden untuk menggenjot program peningkatan skill tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah dari Pak Presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270 ribu orang, nah ini bisa dioptimalkan. Total anggarannya Rp 1,7 triliun, ini harus kita optimalkan,” pungkas Yassierli.
Melalui program pelatihan ini, pemerintah optimis transisi industri hijau mampu menyerap angkatan kerja secara luas sekaligus memperkuat komitmen nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan dan lapisan ozon.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













