Bekasi — Widyawati Farah Imelda resmi menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Bugis Makassar (PKBM) periode 2026–2031. Prosesi pelantikan dan pengukuhan 90 pengurus tersebut berlangsung di Hotel Horison Bekasi pada Sabtu (19/9/2026).
Usai dilantik, Widyawati menyatakan kesiapannya menjalankan amanat organisasi.
Ia berkomitmen menjadikan PKBM sebagai ruang silaturahmi, perlindungan sosial, dan pusat gerakan kebudayaan bagi diaspora Sulawesi Selatan di wilayah Bekasi, Jakarta, serta Jabodetabek.
“Saya siap menjalankan amanat tersebut dan juga memfokuskan kerja pada ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak,” ujar Widyawati dikutip Senin (21/9/2026).
Penyusunan Program Kerja Berkelanjutan
Guna merealisasikan visi organisasi, Widyawati bersama jajaran pengurus akan segera merumuskan program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Langkah ini merupakan wujud komitmen nyata seluruh pengurus baru.
“Wujud kerja nyata kami dengan menetapkan program kerja, baik jangka pendek, menengah, dan panjang,” tutur Widyawati.
Pihaknya berencana menggelar sosialisasi, pendataan, hingga pengukuhan pengurus daerah secara masif di wilayah Jabodetabek.
Ia menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong dan kerja keras untuk membesarkan PKBM melalui aksi sosial yang berdampak langsung bagi anggota maupun masyarakat umum.
“Sosialisasi secara masif akan terus kami lakukan dan menyasar di tingkat Jabodetabek terlebih dahulu dengan fokus utama pemaparan program kerja di seluruh bidang,” katanya.
Penguatan Nilai Agama dan Pelestarian Budaya
Selain aspek sosial, Widyawati menekankan pentingnya pembinaan di bidang keagamaan.
Penguatan ini bertujuan memberikan benteng moral bagi seluruh anggota dan keluarga agar terhindar dari pengaruh budaya negatif.
“Bidang keagamaan akan menjadi bidang yang akan menjadi fokus utama kami selanjutnya, agar identitas sebagai keluarga besar Bugis Makassar bisa terus menguat dalam jati diri setiap anggota PKBM itu sendiri,” ucapnya.
Widyawati mengajak seluruh pengurus dan anggota PKBM untuk konsisten merawat kearifan lokal.
Pelestarian budaya daerah dipandang penting agar warisan leluhur terus dikenal dan dicintai oleh generasi penerus.
“PKBM akan terus berkomitmen untuk terus melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah dalam wadah NKRI, sehingga bisa terus digali dan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa,” pungkas Widyawati.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













