Bekasi — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat akumulasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya mencapai 2.250 kasus sepanjang periode Januari hingga September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengonfirmasi data tersebut sembari menjelaskan bahwa tren kasus DBD di Kota Bekasi tahun ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Total kasus DBD hingga September 2026 tercatat 2.250 kasus. Tahun 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama yaitu 3.296 kasus,” ujar Vevie Herawati, Selasa (13/10/2026).
Faktor Lingkungan dan Kedisiplinan Perilaku Jadi Pemicu Utama
Meskipun mengalami penurunan secara kumulatif, Vevie menegaskan bahwa penularan virus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti masih terus mengintai warga.
Penyebab utamanya dipicu oleh faktor lingkungan yang kurang terawat serta perilaku masyarakat yang belum disiplin dalam menjaga kebersihan sekitar.
“Masih banyak ditemukan genangan air, tempat penampungan air yang tidak tertutup dan barang bekas dan pemberantasan sarang nyamuk yang belum dilakukan secara rutin,” tuturnya.
Langkah Strategis Pemkot Bekasi Tekan Laju Penularan
Guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus menjelang musim penghujan, Dinkes Kota Bekasi telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi terpadu.
Diantara mitigasi itu yakni penguatan aturan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tingkat kewilayahan. Kemudian memaksimalkan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta pengetatan pelaporan kasus secara real-time.
Selain itu penyebarluasan informasi mengenai gejala dini DBD serta tindakan pencegahan mandiri kepada masyarakat hingga pemenuhan stok rapid test DBD di seluruh Puskesmas se-Kota Bekasi serta penaburan larvasida (abate) sesuai indikasi teknis.
Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penular DBD di lingkungan rumah masing-masing.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












