Bekasi  

Gas Metana Bantargebang Disebut Terbesar Kedua di Dunia, Ini Dampaknya bagi Warga

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan, gas metana merupakan gas berbahaya yang dapat memengaruhi sistem pernapasan apabila terhirup dalam jangka panjang.

Bekasi - Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar nomer dua di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengingatkan adanya potensi dampak kesehatan yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan TPST Bantargebang.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan, gas metana merupakan gas berbahaya yang dapat memengaruhi sistem pernapasan apabila terhirup dalam jangka panjang.

“Tentunya akan mempengaruhi kami ya, karena itu kan gas berbahaya. Pastinya berhubungan dengan pernapasan ya,” kata Satia, Selasa (12/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bekasi memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah sekitar TPST Bantargebang.

Berita Bekasi Lainnya  Begini Cara Warga Perum Wisma Jaya Cegah Penyebaran Corona

Mulai dari penambahan layanan kesehatan hingga pemberian vitamin kepada warga dilakukan guna meminimalisir dampak paparan gas dari tumpukan sampah.

“Upaya itu juga ada pemberian vitamin untuk masyarakat sekitar, terus pelayanan kesehatannya juga lebih banyak, jadi memang di daerah Bantargebang kami memberikan pelayanan khusus dibandingkan yang lain,” jelasnya.

Selain penanganan kesehatan, Pemerintah Kota Bekasi juga berharap pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dapat menjadi solusi dalam mengurangi emisi gas metana di kawasan tersebut.

Menurut Satia, pengurangan sampah plastik serta pemilahan sampah dari rumah tangga juga menjadi langkah penting untuk menekan produksi gas metana dari timbunan sampah.

“Saat ini bagaimana caranya kami memilah sampah, karena sampah itu kan tidak bisa mengurai. Banyak yang bisa kami lakukan dengan memilah sampah, mengurangi penggunaan sampah plastik, selain itu juga mudah-mudahan kerja sama dengan danantara PSEL itu bisa dilakukan,” tutupnya.

Berita Bekasi Lainnya  Tri Adhianto: Linmas adalah Garda Terdepan Keamanan Lingkungan

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *