Bekasi  

Normalisasi Saluran Sekunder Gempol Payung Dimulai, Pemkab Bekasi Keruk Lumpur dan Sampah 5 Km

Bekasi - Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah saat meninjau pekerjaan fisik normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung di wilayah Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah saat meninjau pekerjaan fisik normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung di wilayah Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai mengeksekusi pekerjaan fisik normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung di wilayah Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
Pengerjaan kerukan pengerukan aliran air ini menyasar koridor sepanjang 5 kilometer, terbagi dari titik Sumur Penganten menuju Sindangsari serta Sumur Penganten menuju Sukajadi.

Untuk mempercepat pengerjaan fisik di lapangan, Pemkab Bekasi menerjunkan satu unit alat berat jenis ekskavator (excavator).

Alat berat tersebut difungsikan mengeduk endapan sedimentasi lumpur yang mengeras serta mengangkut tumpukan sampah yang menyumbat debit aliran air.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bekasi yang merealisasikan usulan warga.

Ia menyebut pengerukan ini menjadi kunci vital antisipasi banjir luapan menjelang puncak musim hujan sekaligus mengamankan pasokan irigasi lahan pertanian saat kemarau.

Berita Bekasi Lainnya  Anggaran Porprov XV Hanya Rp 15 Miliar, Plt Bupati Bekasi Minta Atlet Fokus Pertahankan 138 Emas

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kami mengusulkan normalisasi SS Gempol Payung, akhirnya sekarang bisa direalisasikan dan alat berat sudah diturunkan. Kami berharap pekerjaan ini dapat membantu mengatasi persoalan banjir sekaligus memenuhi kebutuhan air bagi para petani,” ujar Siti Nurasiah, Kamis (15/10/2026).

Siti Nurasiah mengungkapkan bahwa pendangkalan dasar Saluran Sekunder Gempol Payung telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan menyeluruh.

Kondisi ini kerap memicu luapan air sungai saban hujan deras turun, membanjiri pemukiman warga hingga merendam puluhan hektare areal persawahan produktif.

“Saluran sekunder yang sudah lama dangkal, kalau hujan sedikit saja air meluap ke sawah dan pemukiman. Makanya kami harap adanya normalisasi bisa mencegah banjir,” terangnya.

Berita Bekasi Lainnya  Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp 100 Miliyar untuk Program Rutilahu Tahun Ini

Selain fungsi mitigasi bencana banjir, normalisasi SS Gempol Payung diproyeksikan memberi dampak ekonomi langsung bagi produktivitas panen petani di Kecamatan Sukakarya dan sekitarnya.

“Dengan normalisasi ini, kami berharap aliran air menjadi lebih lancar. Sehingga petani memiliki solusi ketika membutuhkan air pada musim kemarau,” tutup Siti Nurasiah.

Pemkab Bekasi mengimbau warga setempat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah rumah tangga ke sepanjang aliran Saluran Sekunder Gempol Payung demi menjaga keberlanjutan fungsi sungai.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *