Bekasi  

Viral Pemandu Lagu di Karaoke Cikarang Kenakan Seragam Seksi SMA, Dani Ramdan Bakal Tutup

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan

Viral di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah pemandu karaoke yang sedang berjoget sambil mengenakan seragam SMA.

Para pemandu lagu yang menggunakan pakaian seragam SMA putih-abu dengan seksi itu berada di tempat hiburan malam (THM) Infinity Jalan MH Thamrin, Lippo, Cikarang Selatan.

Pemandu lagu yang cosplay menjadi siswi SMA itu seolah ingin mengajak orang berfantasi liar

Video tersebut menyebabkan netizen murka lantaran THM tersebut dinilai telah merusak citra seragam SMA. 

Alih-alih menarik perhatian orang agar berkunjung ke tempat karaoke, aksi mereka justru mendapat kecaman.

Aksi tersebut dinilai menjatuhkan citra pelajar hingga mencoreng dunia pendidikan.

Seperti diketahui, seragam putih-abu yang biasanya digunakan pelajar SMA, kini kian marak digunakan oleh berbagai kalangan yang sudah bukan lagi pelajar.

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan menjelaskan pihaknya telah menindak tempat hiburan malam (THM) yang viral di media sosial lantaran menampilkan sejumlah pemandu lagu yang mengenakan seragam sekolah.

Berita Bekasi Lainnya  Bahas PAD, Bupati Bojonegoro Studi Banding ke Pemkot Bekasi

“Kami sudah layangkan teguran pertama setelah viral. Saya minta proses itu terus dilanjutkan,” ujar Dani saat acara media gathering 100 Hari Kinerja Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Jumat (9/9/2022).

Bahkan Dani menyatakan pihaknya hingga kini tengah berproses agar bisa menutup THM tersebut yang dinilai mendorong citra seragam SMA.

“Bahkan sampai ditutup,” katanya.

Dani mengakui bahwa dirinya tak bisa memantau seluruh pelanggaran yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, ia pun tak bisa membebaskan semua tugas kepada Satpol PP Kabupaten Bekasi.

“Apalagi sekarang Satpol PP sekarang sedang saya fokuskan untuk memantau pelanggaran perusakan lingkungan. Karena tugasnya Satpol PP juga banyak sekali,” ungkap Dani.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi pun menanggapi fenomena tersebut.

Menurut dia, seragam putih-abu yang digunakan oleh anak SMA memiliki sejarah dan makna yang besar.

Berita Bekasi Lainnya  Wali Kota Resmikan Masjid Baitul Haq LDII Kota Bekasi

“Negara tidak asal-asalan tentunya.

Penggunaan seragam bagi seluruh sekolah kan tujuannya itu untuk menumbuhkan rasa persamaan yang selaras dengan sila ketiga yakni persatuan Indonesia,” ujar Dedi Supandi, Selasa (6/9/2022).

 Sejarah seragam SMA putih abu-abu sendiri, menurut Dedi Supandi, berkaitan dengan Surat Keputusan 052/C/Kep/D.82 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tujuannya guna menghilangkan sikap eksklusivitas agar kesenjangan yang terjadi antar peserta didik berkurang.

“Karena itu, tidak ada lagi perbedaan antar peserta didik antara lain suku, agama, ras, dan golongan dalam mengakses pendidikan,” katanya.

Dedi Supandi menilai, ada makna yang besar di balik warna putih dan abu-abu pada seragam pelajar SMA. Ini menggambarkan ketenangan dan kedewasaan yang sudah mulai dimiliki oleh anak pada jenjang tersebut.

“Begitu pula pada seragam SD dan SMP. Semua ada maknanya kenapa SD putih dan merah, atau SMK putih dan biru,” katanya.

Berita Bekasi Lainnya  Jadwal Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi Sabtu, 14 Juni 2025

Mengenai penggunaan seragam putih dan abu-abu oleh nonpelajar, Dedi Supandi menilai memang bukan suatu hal yang menyalahi aturan.

Namun dia berharap nonpelajar yang menggunakan  seragam putih abu-abu jangan kebablasan.

“Misalnya seperti yang viral di media sosial itu, seragam putih abu digunakan di tempat hiburan malam. Kan ini mencoreng dunia pendidikan. Makanya saya setuju kalau ini ditindak lebih lanjut,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *