Bekasi – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan masih terus mendampingi pelanggan dan keluarga korban terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu (9/5/2026), tercatat mayoritas korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dari total korban, sebanyak 96 pelanggan sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, masih ada belasan orang yang membutuhkan perawatan intensif.
“Sebanyak 12 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan kondisinya terus dipantau secara berkala oleh KAI,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.
Selain pemantauan medis, KAI membuka skema penggantian biaya (reimbursement) bagi pelanggan yang menempuh pengobatan secara mandiri. Pelanggan cukup melampirkan bukti perjalanan, identitas, resume medis, serta kuitansi biaya pengobatan.
“Setelah dokumen lengkap, proses klaim dikoordinasikan dengan pihak asuransi dengan estimasi maksimal 21 hari kerja,” kata Anne.
Tak hanya luka fisik, KAI juga menaruh perhatian pada dampak psikologis korban dengan menyediakan layanan trauma healing. Layanan ini tersedia di Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun melalui jalur khusus di nomor 0812-9660-5747.
Terkait barang bawaan pelanggan yang tertinggal saat insiden terjadi, tim Lost and Found KAI mencatat telah menemukan 121 barang hingga pukul 05.00 WIB hari ini tercatat 80 barang sudah diserahkan sementara 41 barang dalam proses verifikasi.
Anne menjamin proses pengembalian dilakukan secara teliti agar barang jatuh ke tangan pemilik yang sah. Bagi warga yang merasa kehilangan barang, dapat mendatangi Posko Informasi yang akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026.
Di sisi lain, operasional kereta api di lintas tersebut belum sepenuhnya normal. KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan di titik lokasi kejadian demi alasan keselamatan dan proses pengecekan jalur.
Kebijakan ini berdampak pada keterlambatan jadwal perjalanan, terutama pada layanan Commuter Line lintas Cikarang.
“Kami memohon maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pemulihan operasional tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan,” tutur Anne.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












