Bekasi  

Sekolah Rakyat Bekasi: Infrastruktur Sosial Baru di Atas 5,4 Hektare Lahan

Pemerintah ingin menghadirkan sistem pendidikan berasrama bagi sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA—sebuah model yang mirip sekolah sosial era 1970-an namun dengan sentuhan modern.

Kabupaten Bekasi -Groundbreaking Sekolah Rakyat (SR) serentak nasional yang dilaksanakan secara virtual dan dipusatkan di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (12/1/2026). Foto: Ist
Groundbreaking Sekolah Rakyat (SR) serentak nasional yang dilaksanakan secara virtual dan dipusatkan di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (12/1/2026). Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Pemerintah pusat kembali menancapkan investasinya pada sektor pendidikan dasar melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi.

Program ini bukan sekadar menambah bangunan sekolah, melainkan mendirikan kompleks pendidikan berasrama berkonsep inklusif dan berbasis kebutuhan siswa dari keluarga kurang mampu.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Kementerian PUPR, Tommy, menyebut proyek ini merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat Tahap II.

“Sekolah Rakyat ini akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5,4 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bekasi dan nantinya akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial sebagai pengelola,” kata Tommy, Senin (12/1/2026).

Kontrak pekerjaan dimulai sejak 2 Desember 2025 dan ditarget tuntas pada 29 Juli 2026. Selepas serah terima pertama pekerjaan, sekolah diharapkan langsung beroperasi untuk menampung siswa Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan sembari merekrut peserta didik baru.

Model Pendidikan Berasrama

Desain Sekolah Rakyat di Bekasi tidak didominasi ruang kelas. Sebaliknya, area asrama dan fasilitas penunjang menempati porsi besar.

Pemerintah ingin menghadirkan sistem pendidikan berasrama bagi sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA—sebuah model yang mirip sekolah sosial era 1970-an namun dengan sentuhan modern.

Selain ruang kelas dan asrama putra-putri, kompleks ini dilengkapi hunian bagi tenaga pengajar dan wali asrama, ruang serbaguna, ruang makan, rumah ibadah, serta fasilitas olahraga: lapangan mini soccer, lapangan basket, hingga lapangan upacara.

Dukungan fasilitas fisik ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan siswa yang tinggal penuh dalam sistem boarding.

Instrumen Kebijakan Sosial

Di tingkat kebijakan, Sekolah Rakyat berada di antara dua kementerian: PUPR sebagai pelaksana konstruksi dan Kementerian Sosial sebagai operator. Hilir kebijakan ini menempatkan sekolah bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga instrumen penanggulangan kemiskinan berbasis pendidikan anak.

Model serupa sebelumnya diuji coba di sejumlah daerah sebagai bentuk intervensi sosial jangka panjang: memberi tempat tinggal, pendidikan, dan karakter kepada anak-anak dari kelompok rentan. Bekasi menjadi titik strategis karena populasi urban yang tinggi dan ketimpangan sosial yang mencolok.

Harapan dan Ujian ke Depan

Dengan dukungan fasilitas yang relatif lengkap, Sekolah Rakyat diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terukur untuk membangun akademik, karakter, hingga kemandirian siswa.

Namun pekerjaan besar baru dimulai setelah bangunan berdiri: bagaimana memastikan kurikulum berjalan, tata asrama terkelola, dan rekrutmen siswa tepat sasaran.

Jika berhasil, Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan intervensi sosial masa depan. Jika tidak, proyek ini berisiko berhenti di tataran infrastruktur tanpa transformasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Adinda Fitria Yasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *