Kota Bekasi – Kota Bekasi bersiap memiliki destinasi wisata baru berbasis ruang terbuka hijau. Proyek yang diberi nama Taman Buah Bekasi Keren itu kini memasuki fase pembangunan lanjutan setelah melewati tahap desain dan penanaman awal.
Pemerintah Kota Bekasi menyebutnya bukan sekadar ruang rekreasi, tetapi bagian dari strategi menambah “paru-paru kota” di wilayah yang kian padat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pelaksanaan lanjutan akan dimulai pada pekan depan.
“Senin atau Selasa kami lanjutkan. Kemarin sudah sampai tahap desain, lalu penanaman pertama juga sudah dilakukan,” kata Tri, Sabtu (17/1/2026).
Menjawab Kelangkaan Ruang Hijau
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bekasi menjadi contoh ekstrem urbanisasi: deretan perumahan, kawasan komersial, dan koridor industri menyempitkan ruang hijau publik.
Kementerian ATR/BPN bahkan menyebut rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bekasi masih jauh dari ideal persentase kota layak huni.
Di tengah dinamika itu, kebun buah menjadi pendekatan baru. Tri menyebut taman buah bukan hanya destinasi. “Ini tambahan paru-paru kota. Kita harus lebih banyak menanam dan menyediakan ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Selain area penanaman, pemerintah juga merancang fasilitas pendukung seperti pendopo, ruang edukasi, area literasi, hingga unit pengolahan sampah.
Konsepnya memadukan rekreasi dengan pembelajaran lingkungan untuk anak-anak. “Bukan hanya rekreasi, tapi edukasi dan literasi. Termasuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memperlakukan sampah,” kata Tri.
Sampah dan Ekologi Perkotaan
Proyek ini menarik karena mengakui tantangan utama ruang hijau di kota: sampah. Banyak ruang publik tumbang bukan karena kurang pohon, tetapi karena pengelolaan limbah yang buruk. Pemerintah memasukkan unit pengolahan kompos sebagai komponen inti taman buah.
“Dengan banyaknya pohon, pasti ada persoalan sampah. Di sinilah peran pengolahan, bagaimana sampah rumah tangga dan sisa tanaman bisa diolah menjadi kompos,” ujar Tri.
Pendekatan ini berpotensi mengubah taman dari sekadar ruang bersih menjadi laboratorium ekologis mini bagi warga.
Target Selesai Sebelum Lebaran
Tri menargetkan taman selesai sebelum Idulfitri 2026. Menurutnya, waktu terpanjang ada di fase desain, sementara eksekusi fisik dapat dipercepat.
Target itu sejalan dengan aspirasi pemerintah menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pembukaan sejumlah ruang publik baru, termasuk revitalisasi wisata air Kalimalang.
Jika rampung sesuai rencana, Taman Buah Bekasi Keren akan menjadi salah satu proyek ruang hijau perkotaan yang tidak hanya menambah estetika kota, tetapi juga memperkenalkan konsep wisata edukasi lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kini tantangannya pada konsistensi pengelolaan. Ruang hijau di kota-kota padat sering lahir dengan seremoni dan publikasi, tetapi tumbuh dengan pola operasional yang rapuh.
Warga Bekasi menunggu apakah kebun buah ini benar-benar dapat berbuah—bukan hanya pohonnya, tetapi juga gagasan kota yang lebih sehat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Adinda Fitria Yasmin)













