Bekasi  

Makan Bergizi Gratis di Bekasi Belum Sentuh Separuh Sekolah, Infrastruktur Dapur Jadi Batu Sandungan

Beberapa sekolah harus mengoperasikan dapur sementara, meminjam fasilitas pihak ketiga, hingga bergantis shift untuk memenuhi jadwal memasak.

Kabupaten Bekasi - Program Makan Bergizi Gratis Siswa SMAN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi
Program Makan Bergizi Gratis Siswa SMAN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh peserta didik. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menyebut cakupan program masih berada di bawah 50 persen.

Artinya, lebih dari separuh sekolah belum mendapatkan layanan makan bergizi dari pemerintah.

“Memang sampai hari ini belum semua peserta didik menikmati program MBG. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan infrastruktur, khususnya pembangunan dapur,” ujar Imam, Jumat (16/1/2026).

Keterangan tersebut mengonfirmasi bahwa tantangan program bukan pada pendistribusian bahan pangan atau ketersediaan anggaran, tetapi pada kesiapan fisik sekolah sebagai dapur produksi makanan.

Beberapa sekolah harus mengoperasikan dapur sementara, meminjam fasilitas pihak ketiga, hingga bergantis shift untuk memenuhi jadwal memasak.

Efek Positif pada Fokus Belajar

Meski belum merata, Dinas Pendidikan mencatat respons positif dari sekolah penerima. Anak-anak dinilai lebih siap mengikuti pembelajaran setelah mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.

“Kalau anak-anak bisa sarapan atau makan dengan baik, tentu energinya lebih terjaga dan fokus belajarnya meningkat,” kata Imam.

Indikasi tersebut sejalan dengan sejumlah kajian nutrisi pendidikan yang menilai intervensi berbasis pangan dapat berpengaruh pada konsentrasi, stamina, hingga angka kehadiran siswa.

Namun, Imam menegaskan MBG bukan satu-satunya variabel peningkatan kualitas pendidikan, melainkan bagian dari rantai pendukung.

Perluasan Cakupan dan Sasaran Baru

Sementara itu, Bappeda Kabupaten Bekasi tengah menyiapkan perluasan cakupan MBG lintas kelompok umur.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda, Fadly Marissatrio, menyebut sasaran program tidak hanya terbatas pada anak sekolah, tetapi juga anak yang belum atau tidak mengenyam pendidikan.

“Ke depan akan ada penambahan sasaran penerima MBG. Kami dari Pemkab Bekasi sudah bertemu dengan Badan Gizi Nasional dan membahas hal ini,” ujar Fadly.

Jika perluasan terealisasi, Kabupaten Bekasi akan menjadi salah satu daerah yang mengadaptasi desain program pangan gizi secara lebih inklusif — model yang sebelumnya lebih banyak dipakai pada program makanan tambahan balita.

Dukungan Stakeholder dan Optimisme Pemerintah

Program MBG relatif berjalan tanpa keluhan berarti. Pemerintah mengklaim keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan kepala sekolah, guru, serta warga sekolah yang terlibat dalam rantai distribusi dan kontrol kualitas makanan.

Dinas Pendidikan optimistis kendala infrastruktur dapat teratasi sehingga cakupan bisa menyentuh seluruh peserta didik. Pemerintah menargetkan pembangunan dapur tambahan pada fase berikutnya untuk menutup gap penyediaan.

Dengan perluasan sasaran dan perbaikan infrastruktur, pemerintah daerah berharap MBG tidak hanya hadir sebagai program makan gratis, tetapi juga sebagai intervensi gizi jangka panjang yang berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas pendidikan anak di Kabupaten Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Syafira Y.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *