Bekasi  

Dua Tahun Tinggal Sendiri, NHW Dikenal Pendiam sebelum Ditemukan Tewas di Kontrakan Jatiwaringin

Kota Bekasi - Kontrakan pegawai PPPK Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NHW (31),di dalam kontrakannya di kawasan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi di garis polisi, Rabu (4/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kontrakan pegawai PPPK Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NHW (31),di dalam kontrakannya di kawasan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi di garis polisi, Rabu (4/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Selama hampir dua tahun, NHW (33) menjalani hari-harinya di sebuah kontrakan petak berukuran 3×9 meter di Jalan Setia 2, Gang H. Enting, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Jakarta Timur itu dikenal sebagai sosok yang sopan, namun tertutup.

Pemilik kontrakan, Slamet (62), mengatakan NHW mulai menyewa kamar tersebut sejak pertengahan 2023, tak lama setelah bangunan itu rampung.

“Sekitar dua tahunan. Orangnya baik, sopan, cuma enggak bergaul. Memang pendiam,” kata Slamet saat ditemui di bengkelnya, Sabtu (7/2/2026).

Kontrakan itu sederhana: satu ruangan memanjang dengan kamar mandi di dalam. Biaya sewanya Rp 800 ribu per bulan. Di teras sempitnya, kini hanya tersisa beberapa helai jemuran pakaian dan alat kebersihan. Garis polisi masih membentang rapat, menyegel lokasi.

Meski jarang berinteraksi dengan warga sekitar, Slamet menyebut NHW memiliki lingkaran pergaulan sendiri. Korban gemar berlari dan rutin mengikuti lomba lari 5 hingga 10 kilometer. Ia juga disebut sering pergi ke pusat kebugaran.

“Temannya banyak, mungkin teman-teman lari. Dia juga suka nge-gym,” ujar Slamet.

Selama tinggal di sana, NHW tak pernah terlihat membawa pasangan. “Kalau cewek enggak pernah kelihatan,” kata Slamet. Interaksi mereka pun terbatas. Biasanya NHW datang ke bengkel untuk mengambil paket kiriman.

Jam kerja korban tidak menentu. Terkadang ia pulang lewat tengah malam, bahkan menjelang pagi. Karena itu, ketika sepeda motor korban tak terlihat, Slamet tak menaruh curiga.

“Kalau motornya enggak ada, kita pikir dia kerja,” ujarnya.

Terakhir kali Slamet berpapasan dengan NHW sekitar sepekan sebelum jasadnya ditemukan.

“Saya pulang malam, dia keluar, katanya mau cari makan,” tuturnya.

Selama dua tahun tinggal di sana, Slamet mengaku tak pernah melihat tanda-tanda korban sakit.

“Enggak ada curiga. Enggak kedengaran batuk, karena dia rajin olahraga,” ungkap dia.

Kecurigaan justru datang dari rekan kerja korban. Sejak Senin (2/2/2026), NHW tidak masuk kerja dan tak dapat dihubungi.

Pada Rabu pagi, seorang rekan mendatangi kontrakan dan meminta kunci cadangan kepada Slamet. Saat pintu dibuka, bau menyengat tercium dari dalam kamar.

Korban ditemukan dalam posisi telentang, berselimut, dengan kondisi tubuh telah menghitam. Listrik di kamar kontrakan diketahui sudah mati karena token habis.

Slamet menduga pendingin ruangan dan lampu sempat menyala berhari-hari sebelum akhirnya padam.

Sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang, di antaranya sepeda motor, laptop, dan dua telepon genggam.

“Motor, laptop, HP dua, hilang,” kata Slamet. Polisi telah memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar gang dan jalan utama.

“Katanya sudah ditangkap,” ujar Slamet, meski kepolisian belum merinci hal tersebut secara resmi dalam kesempatan itu.

Tetangga korban, Ayu (29), juga menggambarkan NHW sebagai pribadi pendiam.

“Orangnya jarang keluar, jarang ngobrol juga. Kalau ketemu paling cuma senyum,” katanya.

Selama tinggal di lingkungan itu, NHW disebut tak pernah terlibat konflik.

Kapolsek Pondok Gede Komisaris Bambang Sugiharto sebelumnya menjelaskan, jasad NHW ditemukan pada Rabu (4/2/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Tim Inafis Polres Metro Bekasi Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk visum.

Dalam penyelidikan awal, polisi memastikan sejumlah barang milik korban tidak berada di lokasi. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan masih dalam proses penyelidikan.

Di balik pintu kontrakan yang kini tersegel, kehidupan seorang tenaga kesehatan yang dikenal tertutup itu berakhir tanpa saksi. Yang tersisa hanya bau menyengat, jemuran yang tak sempat diangkat, dan tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di kamar sempit itu.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *