Bekasi  

Erosi Kali Bekasi Gerus Permukiman Kampung Kompa, Warga Kehilangan Rumah Meski Pegang SHM

Kabupaten Bekasi - Kondisi rumah warga Kampung Kompa tergerus Kali Bekasi. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kondisi rumah warga Kampung Kompa tergerus Kali Bekasi. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi — Suara gemuruh air Kali Bekasi kini menjadi penanda bahaya bagi warga Kampung Kompa, RT 03 RW 06, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Musim hujan tahun ini tak hanya membawa banjir, tetapi juga menggerus daratan permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Erosi yang terus terjadi mengubah lanskap kampung secara perlahan. Tanah yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup warga kini amblas, terseret arus Kali Bekasi. Ironisnya, sebagian warga memiliki Sertipikat Hak Milik (SHM) atas lahan tersebut, meski batas tanah yang tercantum di dokumen kini telah berubah menjadi aliran sungai.

Salah satu warga terdampak, Hostoba Nairo Aritonang (63), kehilangan sebagian besar rumahnya akibat longsor. Bagian belakang rumahnya kini terbuka tanpa tembok dan langsung berhadapan dengan Kali Bekasi. Dapur, kamar mandi, serta dua kamar tidur yang dulu menjadi ruang aktivitas keluarga telah hilang terseret erosi.

“Istri sudah saya ungsikan ke tempat neneknya. Kalau malam saya tidak pernah tidur karena harus jagain anak yang masih kelas V SD,” kata Hostoba saat ditemui di Tambun Utara, Selasa (2/2/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Puan Berharap Pelantikan Joe Biden Perkuat Penanganan Covid-19 dan Perdamaian Dunia

Hostoba menceritakan longsor terjadi pada Kamis siang, 29 Januari 2026. Saat itu ia sedang beristirahat di rumah sebelum berangkat kerja malam. Teriakan warga membangunkannya. Sebuah pohon besar di bantaran sungai terlihat miring, pertanda tanah di bawahnya mulai runtuh.

“Kejadian siang. Saya panik, takut. Saya langsung keluar rumah. Pohon itu sudah miring, lalu semua warga sudah keluar,” ujarnya.

Menurut Hostoba, longsor dipicu oleh kenaikan debit air Kali Bekasi secara drastis dalam waktu singkat. Arus deras menghantam dinding tanah di sisi rumah hingga tak mampu menahan tekanan air.

“Debit air waktu itu tinggi banget, airnya deras dari sebelumnya kecil. Lama-lama pohon itu turun, kebawa air,” katanya.

Meski rumahnya kini berada dalam kondisi kritis dan tak lagi memiliki sanitasi, Hostoba memilih bertahan. Ia menempati satu-satunya ruangan tersisa yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang tamu. Ruang itu kini menjadi kamar tidur bagi dirinya dan dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Berita Bekasi Lainnya  Terpergok Saat Beraksi, Pencuri Motor di Mustikajaya Todongkan Senpi

“Hancur, sudah beberapa kali longsor. Sekarang semua sudah tidak ada—dapur, kamar tidur, kamar mandi. Tinggal satu ruang tamu ini,” ujarnya.

Ketua RT 03 RW 06 Kampung Kompa, Murdani, mengatakan sedikitnya enam rumah terdampak longsor akibat pengikisan tanah di wilayahnya. Ia menyebut kejadian kali ini sebagai yang terparah karena erosi telah mencapai lapisan tanah cadas.

“Dulu jarak rumah ke bantaran Kali Bekasi sekitar 13 meter. Lebar sungainya 55 meter. Jadi sebenarnya jauh dari air. Dulu tanahnya berbukit-bukit, tapi habis dikikis Kali Bekasi,” kata Murdani.

Menurut dia, longsor diawali tumbangnya pohon-pohon besar di bantaran sungai akibat derasnya arus. Setelah debit air surut, tanah yang tersisa langsung ambles.

“Pohon tumbang dulu karena air deras. Setelah agak kering, tanahnya langsung ambles. Karena dasarnya cadas, runtuhnya sekaligus. Dari satu titik lalu merembet ke titik lain,” ujarnya.

Murdani menyampaikan kritik kepada pemerintah yang dinilai belum memberikan solusi jangka panjang. Bantuan darurat dinilai belum menyentuh akar persoalan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi saya imbau para pimpinan di atas, tolong pantau langsung ke lokasi. Jangan hanya datang bawa mi instan dan telur,” kata dia.

Berita Bekasi Lainnya  Jadwal Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi Senin, 15 Desember 2025

Menurut Murdani, warga membutuhkan penanganan permanen, seperti pembangunan turap atau tanggul pengaman di bantaran Kali Bekasi. Tanpa langkah tersebut, warga hanya bisa menunggu hingga sisa lantai rumah ikut runtuh ke dasar sungai.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *